Begini Cerita Rekan Pedagang yang Meninggal dan Gegerkan Pasar Kebon Semai Sekip Jaya Palembang

Selasa, 26 Mei 2020
Kondisi Pasar Kebon Semai Sekip Jaya, Palembang, Sumsel yang ditutup pasca-meninggalnya seorang pedagang, Selasa (26/5/2020).

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com –NP (53), pedagang di Pasar Kebon Semai Sekip Jaya, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), ternyata sudah dua kali ke dokter sebelum akhirnya meninggal dunia di rumah sakit yang berada di kawasan Kalidoni Palembang.

Read More

“Sebenarnya dia itu (NP –red) pernah bilang kalu diperiksa tes Covid tapi sampai ia meninggal masih belum positif Corona,” ujar Yt (53), salah seorang pedagang di Pasar Kebon Semai Sekip Jaya saat ditemui di kediamannya di Jalan Rawa Bendung, Selasa (26/5/2020).

Menurutnya, NP yang selama ini mengeluhkan penyakit darah tinggi dan sudah lebih dari seminggu tidak berjualan buah di pasar.

Sebagai pengganti, NP yang merupakan warga asli Bali menyerahkan ke suaminya untuk berjualan.

“Sebelum meninggal di rumah sakit dia (NP –red) minta bawakan pakaian dan semacamnya kepada keluarganya,” katanya.

Sementara itu, Gm (55) pedagang lainnya menuturkan awal jatuh sakitnya rekannya NP saat mengeluhkan letih yang amat sangat.

Kemudian NP akhirnya dirawat di rumah sakit dan hasil rontgen menunjukkan di paru-paru NP terdapat bercak putih.

Gm sendiri mengatakan, dampak meninggalnya rekannya itu, seluruh pedagang di Pasar Kebon Semai Sekip Jaya Palembang dirapid test di puskesmas.

“Hari ini ada 30 pedagang dirapid test, dan baru lima orang menjalani test,” ujar Gm kepada Sumselupdate.com saat ditemui di Pasar Kebon Semai Sekip Jaya Palembang.

Kondisi Pasar Kebon Semai Sekip Jaya, Palembang, Sumsel yang ditutup pasca-meninggalnya seorang pedagang, Selasa (26/5/2020).

 

Sebagaimana diberitakan, kematian NP sendiri membuat geger pedagang dan pengunjung Pasar Kebon Semai, Sekip Jaya Palembang.

Pasalnya, NP  meninggal dunia dengan status reaktif berdasarkan rapid test Covid-19.

Untuk mencegah penyebaran virus Corona, maka seratus  pedagang lainnya dilakukan rapid test mulai hari ini, Selasa (26/5/2020) secara bertahap hingga Jumat nanti.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang dr Ayus Astoni melalui Juru Bicara Dinkes Yudhi Setiawan mengatakan, rapid test dilakukan kepada pedagang terutama yang berada di sekitar pasien suspek Covid-19. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap.

“Seluruh pedagang itu dilakukan pemeriksaan, tetapi secara bertahap/bergantian. Dijadwalkan sampai Jumat nanti. Bagi yang belum diperiksa diharapkan tetap melakukan protokol kesehatan dan isolasi mandiri,” katanya, Selasa (26/5/2020).

Nantinya, setelah hasil tes keluar, bagi yang positif akan dilakukan test swab. Sementara yang hasilnya negatif diwajibkan karantina mandiri.

Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya, A Rizal, memastikan pihaknya akan menutup operasional Pasar Kebon Semai Sekip mulai pagi ini, Selasa (26/5/2020) hingga satu pekan mendatang.

“Dibuka laginya kapan ini masih tentatif, kita menunggu arahan Gugus Tugas,” katanya.

Saat ini jumlah total pedagang di Pasar Kebon Semai mencapai 150 orang. Mereka akan didata lebih untuk tracking dan mengikuti rapid test massal.

“Kita lakukan pemeriksaan terhadap seluruh pedagang. Kita prioritaskan dulu untuk pedagang yang dekat dengan pasien meninggal itu, sekitar 100 orang diprioritaskan,” katanya.

Setelah itu dilakukan penyelidikan terhadap kegiatan terakhir pasien suspek Covid-19 ini, sebelum dirawat dan menjadi pasien dengan pengawasan (PDP), hasil penyelidikan sementara, sudah 10 hari lebih N tidak beraktivitas di pasar karena sakit.

“Kita antisipasi supaya tidak cepat menyebar. Kebetulan Palembang mulai PSBB, maka pasar kita tutup,” katanya.

Selama pasar belum beroperasi, pihak PD Pasar akan melakukan sterilisasi pasar dengan cara penyemprotan disinfektan dan menerapkan protokol kesehatan lainnya berdasarkan instruksi gugus tugas. (ris/iya)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts