Laporan : Rahmat Agusman
Martapura, Sumselupdate.com – Harga telur ayam pasar tradisional di Martapura Kabupaten OKU Timur terus melonjak naik bahkan hingga menembus diangka Rp. 60.000 perkarpet, naiknya harga telur ini merupakan dampak dari kenaikan harga pakan ternak dan sulitnya BBM di seluruh SPBU.
“Kalau harga semula itu Rp. 45.000 per karpet sekarang mencapai Rp. 57.000 sampai Rp 60.000 per karpetnya, naiknya kira-kira 20 persen. Kemungkinan harganya naik gara-gara harga pakan ayam yang melonjak naik dan bisa jadi karena kelangkaan BBM,” ucap Ucok, salah satu penyuplai telur di Martapura, Senin, (29/08/2022).
Ia juga mengatakan, sejauh ini suplai telur ayam dari daerah tetap lancar, meski harganya sudah naik sejak dua pekan terakhir. Hal ini juga berpengaruh terhadap daya beli konsumen yang menurun dari hari biasanya, meskipun tetap ada.
“Penjualan tetap jalan, tapi pembeli tidak banyak, hanya pelanggan tetap saja yang datang. Kita berharap harga telur ayam ini segera distabilkan,” ungkap Ucok penuh harap.
Hal senada juga diucapkan seorang pedagang telur ayam lainnya di pasar Martapura, salah satunya Maya (37), mengatakan jika harga telur ayam sejak dua minggu lalu sudah naik mulai dari harga Rp. 48.000 naik menjadi Rp. 58.000, bahkan ada yang mencapai harga sampai Rp. 62.000
“Daya beli ada penurunan, telur kan bahan pokok ya, jadi tetap ada yang beli walaupun sedikit. Biasanya yang beli satu karpet, ini jadi setengah karpet saja,” ucapnya.
Sementara itu, seorang pembeli, yakni Weli (30), mengeluhkan dengan naiknya harga telur yang membuat dirinya terpaksa harus mengurangi pembelian telur. “Sekarang udah ga beli telur satu karpet lagi karena harganya mahal. Jadinya beli per butir aja, itu lumayan duitnya,” ungkapnya. (**)











