Batik Kambang Toman Dipatenkan, Resmi Milik PALI

Batik motif Kambang Toman secara resmi hak ciptanya milik Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

PALI, Sumselupdate.com – Batik motif Kambang Toman secara resmi hak ciptanya milik Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Hal itu diketahui dengan nomor pencatatan registrasi 000372345 yang dikeluarkan Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Read More

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten PALI, Ir Hj Sri Kustina melalui Ketua Harian Teguh Eko Sutrisno, SKom I mengatakan, jika Pemkab PALI serius dalam menjaga aset yang dimiliki.

Ia juga menerangkan dilakukannya hak cipta dalam rangka perlindungan ciptaan di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang hak cipta sehingga dengan ini telah terdaftar di Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

“Ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah kabupaten PALI dalam melindungi potensi lokal yaitu dengan mendaftarkan Motif Batik Kambang Toman ke Kemenkumham,” ungkap Teguh, Kamis (25/8/2022).

Selain motif Batik Kambang Toman, menurut Teguh, pihaknya juga akan mendaftarkan seluruh kerajinan yang ada di Kabupaten PALI.

“Untuk saat ini baru motif Batik Kambang Toman sudah terbit nomor hak ciptanya, sementara untuk beberapa motif lainnya, seperti motif burung punai, Motif Candi Bumi Ayu dan lain-lain masih dalam proses pemberkasan,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Hukum Kantor wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenkumHAM) Sumatera Selatan, Yenny mengatakan Perlindungan Hak Cipta menjadi sangat penting.

Karena menurut dia, melalui perlindungan tersebut para Pencipta bukan hanya terlindungi wujud karya ciptaannya, namun juga pencipta dapat memperoleh royalti atau keuntungan materi atas hasil ciptaannya yang telah digunakan oleh pihak lain.

“Perlu di urus hak ciptanya, biar nanti tidak diklaim oleh orang lain dan secara otomatis pengrajin dan karya tersebut akan mendapat perlindungan hukum. Pengrajin sebagai pemilik karya tentunya lebih leluasa dalam memanfaatkan nilai ekonomis dari karya cipta tanpa takut menyalahi hukum,” tuturnya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.