Banjir Rendam Desa Tabuan Asri, Ratusan Hektare Perkebunan Sawit Terdampak

Writer: - Selasa, 7 Januari 2025
Banjir melanda Desa Tabuan Asri, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin.

Banyuasin, Sumselupdate.com – Banjir yang melanda Desa Tabuan Asri, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, semakin menjadi perhatian serius. Hingga kini, sekitar 10 persen dari total 150 hektare area perumahan warga terendam air hingga semata kaki. Tidak hanya itu, sekitar 900 hektare lahan perkebunan sawit yang menjadi sumber penghidupan utama warga ikut terdampak.

Kepala Desa Tabuan Asri, Hasim, menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh tingginya curah hujan, rendahnya tanggul pembatas antar desa, dan penyumbatan aliran sungai yang mengalami pendangkalan.

Read More

“Air meluap ke pemukiman karena tanggul tidak mampu menahan debit air. Selain itu, sungai primer yang seharusnya mengalirkan air ke Sungai Betung tersumbat,” kata Hasim, Selasa (7/1/2024).

Banjir yang telah berlangsung selama tiga minggu ini mengakibatkan warga kesulitan beraktivitas, terutama dalam memanen hasil perkebunan sawit. Selain itu, jalan desa yang rusak akibat genangan air memperparah situasi.

“Jalan desa yang rusak akibat genangan air semakin menyulitkan warga, terutama saat membawa hasil panen,” tambah Hasim.

Baca juga : Ringankan Masyarakat Yang Terdampak Banjir Tungkal Ilir, Pemkab Banyuasin Salurkan Bantuan Beras

Sebagai langkah darurat, pemerintah desa telah memasang gelam di jalan-jalan rusak untuk mempermudah akses sementara. Hasim juga menyebutkan pihak desa sedang berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuasin untuk mendapatkan bantuan.

“Kami butuh peninggian tanggul agar banjir ini tidak terus berulang. Harapan kami, BPBD dan pemerintah daerah dapat membantu secepatnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Bencana Alam BPBD Banyuasin, M. Rhomadona, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan ke lokasi banjir.

Baca juga : Normalisasi Sungai Boom Berlian, Upaya Pemkab Banyuasin Cegah Banjir

“Besok pagi tim akan kembali turun ke lapangan untuk verifikasi data dan menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Meski belum ada laporan mengenai warga yang menderita penyakit akibat banjir, BPBD mengimbau warga tetap waspada terhadap dampak kesehatan yang dapat muncul jika banjir berlangsung lebih lama.

“Kami akan terus memantau kondisi ini dan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat,” tambah Rhomadona.

Hingga kini, masyarakat Desa Tabuan Asri berharap perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk solusi jangka panjang, seperti peninggian tanggul dan pengerukan sungai.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts