Sekayu, Sumselupdate.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melaksanakan rapat koordinasi pelaksanaan distribusi subsidi pangan (Rastra) / Beras Keluarga Miskin (Raskin).
Dalam arahannya, Plt Sekda, Drs H Apriyadi, MSi, mengatakan bahwa distribusi raskin di beberapa kecamatan dalam kabupaten masih ada laporan dari masyarakat dengan beberapa kendala. Di antaranya, di lapangan masih ada ditemukan bertambahnya harga beras.
Sistemnya digilir setiap desa, namun itu semua kita belum tahu pasti kebenarannya, oleh karena itu kepada pihak kecamatan untuk benar-benar mengawasi pendistribusian Raskin tersebut agar tidak terjadi kesalahan sehingga tidak tepat sasaran.
“Di Kabupaten Muba sendiri telah mengalokasikan anggaran biaya transportasi untuk pendistribusian raskin ini, mulai dari titik distribusi (kantor Kecamatan) hingga ke desa-desa (Rumah Tangga), karena sistem aturannya sekarang dari Bulog sendiri, kita harus bayar dahulu baru bisa dibagikan. Oleh karena itu pihak kecamatan agar bisa mengatur sendiri bagaimana sebisanya. Apakah diambil dua bulan dahulu baru kemudian selanjutnya kelipatan di bulan berikutnya, atau sekaligus diambil jangka empat bulan tersebut. Silahkan saja, yang penting perlu diingatkan program Raskin ini butuh percepatan,” paparnya saat memimpin rapat di ruang rapat Randik Muba, Selasa (11/4/2017).
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divisi Sumsel dan Bangka Belitung, Bahtiar menjelaskan bahwasannya pendistribusian beras Raskin ini secara nasional memang ada kendala sehingga mengalami keterlambatan. Raskin merupakan program pemerintah Indonesia sejak sekian puluh tahun yang lalu.
Mekanisme pendistribusian tetap sama seperti tahun sebelumnya. Adapun untuk harga tetap Rp 1600/kg, tidak ada yang berubah sehingga pelaksanaan ini bisa dipercepat dan berjalan dengan baik.
“Terkait pendistribusian di lapangan jika barang/komoditas dari kami jika tidak baik maka kami siap untuk segera menggantinya. Saya berharap pendistribusian dapat segera dilaksanakan. Untuk diketahui karena perubahan data, ada kecamatan yang mengalami penurunan, ada yang mengalami penambahan. Oleh karena itu butuh penjelasan kepada masyarakat bahwasannya basis data terbaru yang digunakan. Mari kita saling berkoordinasi sehingga program pemerintah ini dapat kita sukseskan bersama-sama, dan Sumsel khusunya tetap mendapatkan predikat penyaluran terbaik dari keseluruhan, ” jelasnya. (est)











