Baturaja, Sumselupdate.com – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Ogan Komering Ulu (OKU), menilai masih seringnya penerimaan kualitas Raskin atau sekarang disebut beras pra sejahtera (Rastra), yang memiliki kualitas jelek dan tidak layak dimakan oleh masyarakat penerima Rumah Tangga Sasaran (RTS), karena lemahnya pengawasan dari pihak kecamatan saat menerima Rastra yang dikirimkan oleh Bulog.
“Seharusnya saat diterima di kecamatan itu langsung dicek, kan ada alat gancu untuk beras, nah seandainya kualitas Raskin atau sekarang kita namakan Rastra jelek, bisa langsung ditolak dan bisa ditukar dengan yang baru oleh Bulog,” tegas Jhon Herly, Kamis (2/11/2017).
Dikatakannya, pengawasan dari pihak kecamatan ini sangat penting. Sebab menurut dia, Raskin atau Rastra ini diorder atau ditebus oleh masing-masing desa dan diserahkan kepada pihak kecamatan. Sehingga sambung dia, peran kecamatan sangat vital dalam mengawasi pendistribusian Raskin atau Rastra kemasyarakat Rumah Tangga Sasaran (RTS).
“Kalau pengawasan ketat dilakukan kecamatan saya kira persoalan kualitas Raskin atau Rastra jelek dapat dihindari. Karena jika Raskin atau Rastra yang jelek tersebut sudah diterima ditangan RTS ya kan sulit atau repot untuk menukarkannya kembali,” paparnya.
Disinggung upaya pihaknya untuk mengingatkan atau menegur pihak kecamatan agar dapat mengawasi soal distribusi Raskin ini?
Menurut Jhon Herly, tentu tidak mungkin. Kerena tidak ada kapasitas pihaknya melakukan hal tersebut. “Intinya ini soal kesadaran dan tanggung jawab. Karena tidak ada kewenangan kita kalau untuk menegur apalagi sampai memberi sanksi,” pungkasnya.
Ditambahkannya, selain persoalan kualitas Rastra, pihaknya saat ini terus berupaya menekankan soal jumlah dan ketepatan warga penerima RTS. Pasalnya sambung Jhoni, persoalan Raskin juga banyak menyinggung soal masih tidak tepatnya jumlah warga penerima RTS, dikarenakan sumber data RTS yang menjadi acuan masih banyak bahkan ada warga penerima RTS yang sudah tidak bermukim di lokasi setempat.
“Nah ke depan, isu dan persoalan ini yang harus kita benahi dalam penyaluran Rastra,” tutupnya. (Wid)











