Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah akan memaksimalkan penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam upaya mengantisipasi dampak bencana, baik saat musim hujan yang berdampak banjir maupun saat kemarau yang akan berdampak terhadap kebakaran lahan.
Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Dr Tri Handoko Seto, SSi, MSc , Selasa (14/6) mengatakan, TMC adalah upaya intervensi manusia pada sistem awan untuk mengkondisikan cuaca agar berperilaku lebih mengarah sesuai dengan kebutuhan. Umumnya dilakukan untuk meningkatkan intensitas curah hujan atau mempercepat proses hujan di suatu tempat.
“TMC dilakukan dengan meniru proses alamiah yang terjadi di dalam awan. Sejumlah partikel higroskopik yang dibawa menggunakan pesawat ditambahkan langsung ke dalam awan jenis cumulus (awan hujan). Tujuannya agar proses pengumpulan tetes air di dalam awan segera dimulai. Dengan berlangsungnya pembesaran tetes secara efektif maka proses hujan lebih cepat,” jelasnya.
Lanjutnya, untuk mengantisipasi bencana banjir TMC melakukan dengan dua cara yakni:
1. Menghujankan awan-awan yang sedang bergerak memasuki daerah rawan banjir sehingga hujan jatuh di luar daerah rawan banjir.
2. Memandulkan awan-awan yang ada di atas daerah rawan banjir.
“Kalau untuk mengantisipasi kebakaran hutan, TMC dilakukan dengan menyemai awan-awan yang ada di atas lahan gambut agar menjadi hujan dan volumenya lebih banyak hingga lahan gambut menjadi basah dan tidak mudah terbakar,” katanya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, TMC ini untuk membasahi daerah rawan terbakar seperti di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Muba, Kabupaten Banyuasin, dan beberapa tempat lainnya. (adi)











