Jakarta, Sumselupdate.com – APBN Tahun 2024 telah mengalokasikan anggaran Dana Desa sebesar Rp71 triliun. Anggaran tersebut, di antaranya, disalurkan kepada 183 desa di Kabupaten Purwakarta dengan total mencapai Rp189,49 miliar.
Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin menyampaikan strategi pemanfaatan dana desa dan potensi desa di Kabupaten Purwakarta.
“Kami harapkan dana ini dapat dikelola sebaik mungkin untuk menghasilkan output yang konkret dan tepat sasaran. Terutama untuk mengatasi persoalan kemiskinan dan stunting di pedesaan, sebagaimana telah diatur dalam UU APBN 2024,” kata Puteri dalam Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2024 Pada Pemerintah Kabupaten Purwakarta di Balai Sawala Yudistira, Senin (29/7/2024).
Dalam keterangan tertulis, Puteri menyebut tingkat stunting di Kabupaten Purwakarta masih 20,6 persen pada 2021.
Sementara, jumlah penduduk miskin mencapai 81,54 ribu jiwa hingga 2023. Untuk itu, Puteri mendorong agar Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa tersalurkan secara tepat sasaran dan tepat waktu.
“Makanya, hari ini, saya mengajak BPKP untuk memantau dan mengawal pembangunan desa di Purwakarta. BPKP harus mampu melakukan mitigasi dan pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan. Terutama dalam pemanfaatan Dana Desa yang telah diatur mandatory spending-nya, seperti untuk penanganan kemiskinan, stunting, pangan,” jelas politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Dia berharap agar desa-desa di Purwakarta bisa meraih status sebagai Desa Mandiri. Di mana, saat ini sudah ada 60 desa menyandang status tersebut.
“Semoga sisa desa lain bisa segera menyusul. Karena begitu ditetapkan sebagai Desa Mandiri, maka Bapak/Ibu bisa memiliki keleluasaan menggunakan Dana Desanya,” tutur Puteri.
Kemudian, Puteri menjadikan Desa Wisata Kutuh yang terletak di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali sebagai percontohan dan praktik terbaik dalam pembangunan desa.
Desa ini disebut sebagai desa terkaya di Indonesia karena memiliki pendapatan desa mencapai Rp50 miliar per tahun.
“Dulu desa ini tidak diurus dan menjadi desa miskin. Tetapi, berkat semangat dan gotong-royong dari masyarakat setempat, mereka mulai memanfaatkan potensi pariwisata dari pantai, kerajinan, hingga kesenian. Saya kira kita juga bisa belajar dari pengalaman Desa Kutuh ini. Purwakarta juga punya potensi alam yang dapat dimanfaatkan untuk daya tarik wisata, seperti situ, Waduk Jatiluhur, dan destinasi lainnya,” urai Puteri.
Puteri juga mengapresiasi prestasi yang diraih sejumlah desa di Kabupaten Purwakarta, seperti Desa Sukatani yang meraih Juara 2 Desa Terbaik di Jawa Barat tahun 2024. Tahun lalu, Desa Taringgul Tonggoh juga meraih Juara 3 Desa Terbaik di Jawa Barat.
“Sehingga, kami harapkan prestasi ini nantinya menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi dalam membangun desa,” kata Puteri.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta Norman Nugraha, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat Adi Gemawan, Jaksa Utama Muda Nurmayani, Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat Teguh Dwi Nugroho, Unsur Forkopimda Kabupaten Purwakarta, Camat dan Kepala Desa di wilayah Kabupaten Purwakarta. (**)











