Jakarta, Sumselupdate.com – Anggota Komisi V DPR Novita Wijayanti mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum menyisakan 129 paket pekerjaan di Tahun Anggaran 2024 yang belum terlaksana lantaran masih dalam proses lelang.
Novita berharap proses lelang untuk paket pekerjaan yang tertunda dapat segera diselesaikan mengingat akhir tahun anggaran yang semakin dekat.
Dia berharap agar Kementerian PU segera melaksanakan pekerjaan sesuai perencanaan agar target pembangunan dapat maksimal.
“Tadi lelang-lelang yang terakhir belum selesai. Saya berharap segera dikejar karena waktunya sudah sedikit. Takutnya nggak bisa tercapai target pembangunan yang maksimal,” tutur Novita saat menghadiri Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Kementerian PU di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2024).
Politisi Fraksi Partai Gerindra ini mengingatkan agar pekerjaan yang menjadi target tidak seharusnya dikerjakan dengan terburu-buru.
Dikatakan, pekerjaan yang dilakukan harus maksimal juga dalam segi kualitas, jangan sampai dikerjakan dengan kualitas tidak maksimal.
“Apalagi nanti musim hujan, hasilnya gampang jeblok seperti jalan, jembatan, jalan tol. Kalau hujan nanti baru dikerjain udah nyoplok lagi, ntar lobang lagi. Yang ada duitnya turun tapi pekerjaannya kurang maksimal. Apalagi ditemuan juga ada masalah jalan tol yang prosesnya belum sesuai target,” kata Novita.
Legislator Dapil Jawa Tengah VIII ini juga sempat berkeluh kesah lantaran acap kali terhambat di jalan yang seharusnya bebas hambatan alias jalan tol. Novita yang selalu menempuh perjalanan darat dari Jakarta ke dapilnya di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap dan sebaliknya, berkali-kali ikut dalam antrean lantaran dampak dari seringnya perbaikan jalan yang dilakukan.
Sebelumnya, Novita juga menyinggung capaian realisasi Program Padat Karya/ Infrastruktur Berbasis Masyarakat tahun 2024. Merujuk pada paparan Menteri PU, realisasi keuangan dari program tersebut baru mencapai 54,83% atau senilai Rp5,61 triliun dari Rp10,23 triliun yang dianggarkan.
Sedangkan target serapan tenaga kerja untuk program ini masih berada pada level 73,09% arau 338.858 orang dari target 463.557 tenaga kerja.
“Padat Karya itu, capaiannya baru segitu. Padat Karya ini kan penting Pak untuk masyarakat. Jadi bisa mengangkat perekonomian bahkan kalau Padat Karya banyak yang bisa ikut kerja. Dengan waktu yang singkat ini saya berharap bisa dikejar supaya bisa terserap semua kemudian dimanfaatkan masyarakat,” tutur Novita.
Program Padat Karya/ Infrastruktur Berbasis Masyarakat tahun 2024 terbagi menjadi empat bagian, yaitu Sumber Daya Air, Jalan dan Jembatan, Permukiman serta Perumahan.
Berdasarkan paparan yang disampaikan Menteri PU dalam rapat tersebut 25 Oktober 2024 Kementerian PU telah mencapai serapan anggaran Rp101,58 triliun atau 60.83% dari total pagu 2024 senilai Rp166,99 triliun. Sedangkan untuk realisasi fisik telah mencapai 66,13% dari rencana yang ditargetkan.











