Jakarta, sumselupdate.com – Anggota Komisi I DPR RI, Prananda Surya Paloh menyesalkan peristiwa penolakan pendirian bangunan Gereja HKBP Maranatha oleh masyarakat di Cilegon, Banten.
Menurut Prananda, penolakan tersebut dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab penolakan terjadi disaat pemerintah daerah dan pemerintah desa telah mengeluarkan izin pendirian bangunan Gereja.
“Saya turut menyesalkan penolakan pendirian gereja di Cilegon. Apalagi jika pembangunannya sudah mendapat izin dari aparat desa dan masyarakat setempat,” kata Prananda kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/9/2022).
Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI itu menambahkan, penolakan terhadap pembangunan rumah ibadah mestinya tak terjadi lagi di Indonesia yang menjunjung tinggi Pancasila. Dimana kebebasan beragama menjadi salah satu semangatnya, sekaligus dijamin dalam konstitusi negara.
“Hal seperti ini mestinya tidak boleh terjadi di negara Pancasila, dimana kebebasan beragama menjadi bagian pilarnya sekaligus amanah konstitusi,”tuturnya.
Guna menyelesaikan persoalan tersebut, Prananda mendorong agar Pemda setempat membuka ruang dialog. Permasalahan seperti ini harus segera diselesaikan mengingat isu tersebut riskan untuk digoreng dan dijadikan komoditas politik menjelang Pemilu 2024.
“Mari berlapang dada dan berdialog, jangan jadikan persoalan ini sebagai isu politik. Karena politik identitas justru akan merusak masyarakat, dan itu yang harus kita cegah bersama,” ajak Prananda. (duk)











