Anggota DPR Sebut Impor Beras Asal Vietnam Rugikan Petani di Pulau Sumbawa

Writer: - Minggu, 7 April 2024
Anggota DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) I Johan Rosihan.

Jakarta, Sumselupdate.com – Anggota DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) I Johan Rosihan mengaku prihatin dan khawatir atas masuknya 1.000 ton impor beras asal Vietnam.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Bulog, pasokan beras impor tersebut  akan masuk ke Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui proses bongkar muat di Pelabuhan Lembar.

Read More

Menurut Johan, tindakan impor ini akan berdampak serius merugikan petani mengingat saat ini sedang panen raya. Johan mengingatkan Bulog agar jangan sembarangan melakukan pasokan beras ke wilayah sentra produksi beras nasional.

“Harus ada pertimbangan  matang untuk menjaga keberpihakan kepada petani yang tengah menghadapi musim panen raya dan semua petani sedang dilanda kekhawatiran jatuhnya harga gabah akibat pasokan beras impor,” ujar Johan di Jakarta, Minggu (7/4/2024).

Dikatakan, masuknya beras impor ke Pulau Sumbawa bakal mencekik petani dan akan mengganggu beban mental petani yang sedang berusaha meningkatkan produksi beras.

Dikatakan, Pemerintah harus sadar bahwa pasokan beras impor akan mempengaruhi harga di tingkat petani. Sehingga dia minta pemerintah  bertanggung jawab untuk menjamin agar harga gabah di tingkat petani tidak jatuh.

“Pemerintah harus bertanggung jawab terhadap semua kerugian yang dialami petani akibat dari pasokan beras impor ini,” jelas Politisi PKS tersebut.

Selain itu, lanjut Johan, pemerintah harus menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) saat pasokan beras impor tersebut masuk ke Pulau Sumbawa agar harga jual petani tidak jatuh. Dengan demikian petani diharapkan dapat menikmati keuntungan  saat panen raya.

“Pemerintah harus pastikan petani tidak boleh mengalami kerugian akibat pasokan beras impor. Kita harus memberi dukungan bagi semua petani  meningkatkan produksi beras di kawasan sentra beras seperti di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat” kata Johan.

Dia minta Bulog jangan berdalih pasokan tersebut untuk kebutuhan bantuan pangan. Sebab,  bantuan pangan untuk masyarakat haruslah diprioritaskan bersumber dari hasil keringat petani di Sumbawa dan KSB sehingga daerah sentra beras mampu berfungsi sebagai sumber utama pasokan beras di wilayah tersebut.

”Sebagai contoh di Kabupaten Sumbawa sejak  Januari 2024 sudah terealisasi 730 hektar dan puncak panen raya April ini diprediksikan mencapai 15.450 hektar. Apakah daerah surplus beras ini harus dirasuki  pasokan impor, sungguh di luar nalar,” tuturnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts