Kaltim, Sumselupdate.com – Anggota Komisi XI DPR RI Masinton Pasaribu menyoroti kasus kebocoran data nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) beberapa waktu lalu.
Soalnya, hampir 15 juta data nasabah diperkirakan diambil pihak lain. Karena itu dia minta Otoriras Jasa Keuangan (OJK) menjalankan fungsi pengawasan monitoring dan supervisi terhadap akselerasi digitalisasi seluruh bank.
Menurut Masinton hal tersebut menjadi perhatian bersama, apalagi dalam era digitalisasi, apa yang disampaikan OJK tinggal bagaimana fungsi pengawasan monitoring dan supervisi yang dilakukan OJK terhadap akselerasi digitalisasi seluruh bank.
“Karena kita sudah masuk dalam era digital, yang itu sistem security-nya harus lebih canggih lagi, sehingga tidak mudah dibobol. Apalagi menyangkut data nasabah, atau data dari pengguna jasa bank tersebut bank syariah,” kata politisi PDI P tersebut di Kaltim, Jumat (9/6/2023).
Masinton berharap Pemerintah serius meningkatkan security system digitalisasi di era digital saat ini. Perlu peningkatan terhadap keamanan yang menuntut adanya investasi di bidang perlindungan siber tersebut.
Dalam era digital lanjut dia, peningkatan keamanan siber harus ditingkatkan betul. Investasi ke sana juga harus ditingkatkan, kalau dilihat bank-bank Amerika juga investasi di bidang siber terkait perlindungan data nasabah sangat tinggi.
“Maka di Indonesia, menurut saya tidak bisa main-main dengan perlindungan data nasabah tadi apalagi gangguan dan serangan siber itu,” tegasnya. (duk)











