Anggota DPR Minta Benahi Internal LPP RRI

Rabu, 25 Agustus 2021
Diskusi membedah buku tersebut diberi tema 'Dekrit Pencerdasan Bangsa'.

Jakarta, Sumselupdate.com Dewan Pengawas (Dewas) RRI Freddy Ndolu menerbitkan buku berjudul ‘Atas Nama Publik; Transformasi Lembaga Penyiaran Publik Sebagai Media Layanan Publik Multiplatform’. Diskusi membedah buku digelar, dengan tema ‘Dekrit Pencerdasan Bangsa’.

Sejumlah narasumber antara lain Wakil Ketua Baleg DPR RI Fraksi Partai NasDem, Willy Aditya, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Muklis Basri, mewakili Dewan Pers Asep Setiawan dan pakar hukum tata negara Margarito Kamis, ikut mengapresiasi dalam diskusi yang dipandu Jurnalis Radar Lombok Erwin Syahfutra Siregar

Read More

“Saya mengapresiasi, saya dukung buku ini tapi dia harus jadi movement (gerakan). LPP kita bangun bersama-sama narasi kebangsaan. Sebab, kalau ini kita tidak jaga, ini anugerah besar di kolong langit ini bernama Indonesia, negara berbangsa, banyak suku agama,” kata Wakil Ketua Baleg Willy Aditya menanggapi buku tersebut.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR F-PDIP Muklis Basri juga menyambut baik hadirnya buku tersebut. Dia menyarankan agar sebelum mendorong dekrit pencerdasan bangsa, perlu seluruh komponen membenahi RRI, khususnya di internal.

“Pesan saya kepada seluruh LPP RRI, benahi dulu internal, jangan ribut pada momentum tertentu saja,” ujar Muklis.

Mewakili Dewan Pers Asep Setiawan mendukung LPP RRI bertransformasi menjadi media layanan publik multiplatform.

“Cara menyampaikan informasi perlu ikut tuntutan zaman. Substansi jurnalistik, dengan menyampaikan informasi melalui media massa tidak akan pernah berubah. Membangun Indonesia, tetapi teknologi untuk mendeliver news berubah, kita sekarang menulis pakai gadget. Jadi substansi tidak berubah, hanya caranya berubah,” ujar Asep.

Margarito Kamis menambahkan, RRI harus berani berbicara meskipun berbeda dengan pemerintah.

“Buku ini secercah harapan jika tidak bisa mengubah dunia, paling tidak Indonesia, di titik inilah saya mencoba mengapresasi lahirnya buku ini,” tutur Margarito.

Penulis Buku Freddy Ndolu menegaskan, buku yang ia tulis adalah sebuah pemacu semangat bagi seluruh jurnalis di tanah air, untuk terus berkarya. Sebab, peran jurnalis sangatlah penting, sebagai penjaga demokrasi.

“RRI sekali lagi jangan dilihat sebagai radio lagi, Karena semua sudah terkorvengensi. Ini semacam provokasi pemikiran, wartawan tugasnya mengeducate menginformasikan. Saya kira negara perlu memberikan satu payung hukum tegas berbentuk dekrit pencerdasan bangsa,”papar Freddy. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts