Laporan : Syakbanudin
Kayuagung, Sumselupdate.com – Direktur RSUD Kayuagung, dr Hj Asri Wijayanti melalui Helda Citra Sari, Kabag TU RSUD Kayuagung didampingi mengatakan anggaran perbaikan sarana dan prasarana (sapras) rumah sakit ini tergantung dari pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Oleh sebab itu, untuk setiap perbaikan dilakukan secara bertahap.
Pernyataan tersebut diutarakan Helda Citra Sari Kabag TU RSUD Kayuagung didampingi Koari, Kasi Sarana dan Prasarana RSUD Kayuagung kepada media ini saat dikonfirmasi terkait perbaikan sapras RSUD tersebut.
Dijelaskannya, untuk perbaikan sarana dan prasarana RSUD Kayuagung pihaknya berdasarkan kondisi kerusakan sapras dan bersifat mendesak. Hal ini mengingat keterbatasan anggaran. Dia mencontohkan kamar mandi yang rusak maka pihaknya langsung memperbaiki, dengan menggunakan dana BLUD RSUD Kayuagung.
“Sebagaimana diketahui dana BLUD ini merupakan pendapatan rumah sakit yakni dari pasien BPJS. Nah, jika telah dibayarkan dari BPJS maka dapat menggunakan dana tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya kata dia, pihak RSUD Kayuagung pernah mengajukan permohonan bantuan rehab pembangunan rumah sakit ini, seperti rehab seluruh kamar mandi yang ada. Namun, karena adanya pergeseran anggaran maka anggaran yang diusulkan untuk rehab di rumah sakit ini, batal.
Dia mengungkapkan, lagi-lagi karena kondisi anggaran tersebut, berdasarkan BLUD maka pihaknya mengambil kebijakan untuk mengerjakan setiap kerusakan di rumah sakit yang mendesak seperti kamar mandi tadi.
Diungkapkannya, jika perbaikan sapras belum maksimal, tak hanya kamar mandi, namun kondisi air juga tidak baik. Namun, pihaknya sudah berusaha dengan membuat sumur yang baru.
“Kami pada prinsipnya, ingin melakukan perbaikan sapras rumah sakit secara maksimal, tapi lagi-lagi setelah program direncanakan harus gagal lantaran anggaran yang bersumber dari BLUD ini tidak mencukupi. Jadi hanya perbaikan kecil saja.
Belum lagi pengetahuan atau kesadaran masyarakat atau pasien dalam menggunakan sapras rumah sakit ini, yang terkadang karena human eror maka sapras menjadi rusak, padahal masih baru. Seperti shower kamar mandi yang rusak atau keran air yang hilang sehingga kehabisan air. Padahal, kami dari rumah sakit selalu memberikan edukasi kepada pasien atau masyarakat pengunjung dalam menggunakan sapras tersebut,” paparnya.
Ditambahkannya, pihaknya juga sudah mendengar berbagai masukan dan kritik yang ada di rumah sakit ini terkait sapras yang ada, namun pihaknya tidak dapat berbuat banyak lantaran kondisi anggaran yang ada.
“Kami hanya bisa mengharapkan bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum setempat, untuk penambahan perbaikan sapras tersebut. Sebagaimana baru-baru ini, ada perbaikan rawat inap kebidanan. Kami juga mengharapkan masyarakat atau pasien agar dapat bersabar dengan kondisi sapras tersebut. Pastinya kami akan selalu memberikan pelayanan terbaik. Apalagi, rumah sakit ini merupakan satu-satunya rumah sakit daerah yang ada di Kabupaten OKI,” tutupnya seraya menambahkan tak hanya kamar mandi, untuk jaringan listrik saja sudah 20 tahun, belum ada anggaran.(**)











