Palembang, sumselupdate.com – Lulusan Fakultas Teknik Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang ternyata cukup diminati dunia kerja. Tercatat, delapan puluh lima persen lulusan fakultas ini telah terserap di dunia kerja dan menempati posisi jabatan yang strategis.
“Dari data hasil pelacakan terhadap alumni Fakultas Teknik Unitas Palembang sekitar delapan puluh lima persen dari mereka sudah bekerja di berbagai sektor dunia kerja baik swasta ataupun pemerintah. Banyak juga dari mereka yang menempati jabatan strategis di tempat kerjanya,” ujar Dekan Fakultas Teknik Unitas Palembang, Ambo Intang, pada Rabu (12/8/2020).
Mereka banyak yang menyebar ke perusahaan-perusahaan besar seperti Pusri, PLN, PT KAI, Semen Baturaja, Pertamina, dan Chonoco Philip.
Bahkan menurut Ambo, sebaran lulusan fakultas ini bukan saja telah menasional, tetapi juga menginternasional seperti terlihat dari adanya lulusan yang bekerja di Qatar dalam hal infeksi pengeboran.
“Semua ini setidaknya membuktikan bahwa lulusan program studi teknik sipil, teknik kimia, ataupun teknik mesin di fakultas ini memiliki mutu dan skill yang diperhitungkan masyarakat dan dunia kerja”, ujar pria yang diangkat sebagai Dekan per September 2017 lalu masih berusia 40 tahun ini.
Selain faktor dosen-dosennya yang memiliki kualifikasi akademik bagus, faktor ketersediaan alat praktikum (laboratorium) yang lengkap juga diakuinya turut menentukan mutu lulusan.
“Laboratorium ini penting dan berguna untuk memenuhi standar minimal dari praktikum dasar bagi mahasiswa”, terang Dekan yang senang mengantor di laboratorium ini lebih lanjut.
Baru-baru ini pihaknya berhasil membuat mesin CNC (Computer Numeric Control). Dengan mesin ini, kegiatan pemotongan dan pembubutan dikendalikan melalui komputer, bukan manusia.
“Ini berarti kami mengikuti perkembangan zaman”, ujar mantan aktivis HMI yang alumni Fakultas Teknik Sriwijaya ini.
Ambo pun menunjukkan sejumlah mesin atau alat uji yang terdapat di ruang laboratorium. Di sini terdapat mesin incinerator, yakni mesin pembakar sampah yang tidak menimbulkan polusi udara.
Selain itu, ada mesin air minum sistem ultrafiltrasi (penyaringan air siap minum) kapasitas 1000 liter per jam, alat uji performa turbin feeton, alat uji performa aliran fluida compressible (mampu mampat), dan alat uji performa aliran fluida tak mampu mampat.
Tidak hanya itu, di ruangan ini terdapat juga alat uji perform motor bakar, alat uji perform pengkondisian udara, serta alat uji fenomena aliran udara dan aliran fluida cair (alat penukar panas).
Lebih lanjut Ambo menjelaskan, sebagai bukti eksistensi dari program studi yang dikelolanya maka pihaknya pun melakukan publikasi teknologi tepat guna yang telah berhasil dirancang atau dibuat baik melalui pengabdian masyarakat ataupun penerbitan di jurnal nasional dan internasional.
“Alhamdulillah, salah satu karya yang kami buat yaitu alat uji performa pompa sentripugal sudah terpublikasi di jurnal internasional scopus”, bebernya.
Ambo menegaskan bahwa dengan sumber daya yang dimiliki, kampus yang dikelolanya siap untuk berperan aktif dalam pembangunan sumber daya manusia terkhusus di Sumatera Selatan.
“Terhadap generasi milenial, kami siap membekali mereka keilmuan yang kelak bermanfaat di kehidupan masyarakat. Terkhusus bagi yang berminat di teknik mesin, saya yakinkan sampai kapan pun ilmu ini dibutuhkan masyarakat. Industri 4.0 pun membutuhkannya. Sebab teknik mesin itu basic dari segala perkembangan teknologi”, pungkasnya. (shn)











