Alumni Gontor Asal Sumsel Terpilih Jadi Relawan Internasional AIESEC di Sri Lanka

Writer: - Rabu, 1 Juli 2026
Vierlya Nabilah Ghina dan Malfa Liya Luqyana berfoto saat transit di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (1/7/2026), sebelum bertolak ke Sri Lanka. Kedua mahasiswi Indonesia tersebut akan menjalankan misi kemanusiaan melalui program Global Volunteer AIESEC dengan proyek Global Classroom dan Aquatica. (Foto; Sumselupdate.com/Dokumen Pribadi)

Palembang, Sumselupdate.com – Kemampuan berbahasa Inggris dan Arab yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 Ngawi, Jawa Timur, mengantarkan Vierlya Nabilah Ghina (22) meraih kesempatan menjadi relawan internasional di Sri Lanka melalui program Global Volunteer yang diselenggarakan AIESEC.

Mahasiswi Program Studi Ekonomi Syariah STIS Al Wafa Cileungsi, Kabupaten Bogor, itu menjadi salah satu delegasi Indonesia yang akan menjalankan proyek Global Classroom di Sri Lanka.

Read More

Program tersebut merupakan bagian dari kontribusi generasi muda terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tentang pendidikan berkualitas.

Vierlya yang merupakan buah hati pasangan Edwar Heryadi dan Mariskha Z ini, merupakan satu dari delapan mahasiswa Indonesia yang lolos seleksi Global Volunteer AIESEC.

Para peserta akan ditempatkan di Vietnam, India, dan Sri Lanka untuk melaksanakan berbagai proyek sosial di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Vierlya Nabilah Ghina didampingi sang ibunda, Mariskha Z (paling kiri) bersama Malfa Liya Luqyana berfoto saat transit di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (1/7/2026), sebelum melanjutkan penerbangan menuju Sri Lanka. Kedua mahasiswi Indonesia tersebut akan menjalankan misi kemanusiaan melalui program Global Volunteer AIESEC dengan proyek Global Classroom dan Aquatica sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). (Foto; Sumselupdate.com/dokumen pribadi).

Rabu (1/7/2026), Vierlya yang asli Palembang, Sumatera Selatan, bertolak menuju Sri Lanka melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dalam perjalanan tersebut, ia didampingi Malfa Liya Luqyana, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang mengikuti proyek Aquatica di Sea Turtle Farm and Hatchery Koggala, Sri Lanka.

Selama satu bulan, Vierlya akan menjadi relawan pendidikan di Aiko Child Care, Sri Jayawardenepura Kotte, Sri Lanka. Ia akan mendampingi proses belajar anak-anak berusia dua hingga enam tahun melalui berbagai kegiatan edukatif.

Sebelum mengikuti program internasional tersebut, Vierlya juga pernah mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di Pondok Pesantren Tazakka Surulangun. Pengalaman itu menjadi bekal penting sebelum menjalankan misi pendidikan di luar negeri.

“Saya merasa sangat senang karena seluruh persiapan sudah matang. Namun di sisi lain ada rasa gugup karena ini menjadi pengalaman pertama tinggal di lingkungan yang benar-benar baru dan harus cepat beradaptasi,” ujar Vierlya sebelum keberangkatan.

Sementara itu, Malfa Liya Luqyana mengaku mengikuti program Global Volunteer karena ingin terus mengembangkan diri melalui pengalaman internasional sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya selalu ingin bertumbuh. Kesempatan seperti ini bukan hanya untuk belajar hal baru, tetapi juga memberikan dampak positif kepada lingkungan sekitar,” katanya.

Outreach Team Leader AIESEC, Neville Marcello, mengatakan Global Volunteer merupakan program pertukaran internasional bagi pemuda berusia 18 hingga 30 tahun yang ingin berkontribusi langsung dalam proyek-proyek sosial di berbagai negara.

“Peserta tidak hanya memperoleh pengalaman lintas budaya, tetapi juga mengembangkan kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta membawa dampak positif bagi masyarakat tempat mereka mengabdi,” ujarnya.

Local Committee Vice President Outgoing Global Volunteer AIESEC, Aisyah Ghaidah, menambahkan program tersebut bertujuan mencetak generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan melalui pengalaman internasional.

“Relawan membangun jejaring global, belajar beradaptasi di lingkungan multikultural, sekaligus memperkuat kepedulian sosial,” katanya.

Sementara itu, Customer Experience Team Leader AIESEC, Shafira Ramadhani Afsari, menjelaskan seluruh peserta harus melalui proses seleksi yang meliputi pendaftaran, wawancara, penilaian kemampuan komunikasi, hingga pencocokan proyek sesuai kompetensi masing-masing.

Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta juga mengikuti Outgoing Preparation Seminar (OPS) sebagai pembekalan mengenai budaya negara tujuan, etika sebagai delegasi Indonesia, serta kesiapan menjalankan program selama berada di luar negeri.

“Global Volunteer bukan sekadar kesempatan pergi ke luar negeri, tetapi proses pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih adaptif, peduli, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dunia,” ujar Shafira.

Pada periode keberangkatan tahun ini, AIESEC memberangkatkan delapan mahasiswa Indonesia ke berbagai proyek sosial di Vietnam, India, dan Sri Lanka. Mereka akan menjalankan misi di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi SDGs.

Melalui program tersebut, AIESEC berharap semakin banyak generasi muda Indonesia berani mengambil kesempatan belajar di tingkat internasional sekaligus menjadi duta bangsa yang membawa nilai-nilai positif Indonesia ke dunia. (**)

8 Mahasiswa Dinyatakan Lolos dan Akan Ditempatkan Pada Sejumlah Proyek Sosial di Tiga Negara;

  • Lutfia Syabitha Mirza (Manajemen 2024, Universitas Sriwijaya), proyek On The Map di Vietnam (SDGs 8).
  • Safa Khairana (Manajemen 2023, Universitas Sriwijaya), proyek Global Classroom di India (SDGs 4).
  • Vierlya Nabilah Ghina (Ekonomi Syariah 2023, STIS Al Wafa Bogor), proyek Global Classroom di Sri Lanka (SDGs 4).
  • M. Iqbal Gia Pratama (Akuntansi 2023, Universitas Sriwijaya), proyek Heartbeat di Vietnam (SDGs 3).
  • Mochamad Ergi Fawaza Sidiq (Pendidikan Bahasa Inggris 2024, Universitas Sriwijaya), proyek Heartbeat di Vietnam (SDGs 3).
  • Sarah Alya Nurfadhilah (Kedokteran Gigi 2023, Universitas Sriwijaya), proyek Heartbeat di Vietnam (SDGs 3).
  • Annisa Syakira Ramadhani (Manajemen 2023, Universitas Sriwijaya), proyek Heartbeat di Vietnam (SDGs 3).
  • Yason Efraim Polii (Hukum 2023, Universitas Sriwijaya), proyek Heartbeat di Vietnam (SDGs 3).

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts