Alat Kontrasepsi dan Botol Miras Berserakan di Tangga Pasar Dempo Permai, Warga Pagaralam Heboh

Kamis, 4 Juni 2020
Salah satu postingan di media sosial terkait penemuan alat kontrasepsi dan botol miras oleh salah satu netizen di tangga Pasar Dempo Permai Pagaralam, Sumsel, Rabu (3/6/2020.

Laporan Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Fasilitas umum acapkali dijadikan tempat oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak asusila dan penyakit masyarakat lainnya. Seperti yang terjadi di Pasar Dempo Permai, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan.

Read More

Di pasar tradisional itu didapati banyak alat kontrasepsi seperti kondom bekas pakai dan beberapa botol minuman keras yang berserakan di tangga pasar.

Penemuan alat kontrasepsi dan botol miras ini terungkap lewat salah satu postingan di media sosial oleh salah satu netizen pada Rabu (3/6/2020).

Tak pelak, penemuan ini sontak membuat jagat dunia maya heboh. Tak sedikit warga net mengecam tindakan oknum tidak bertanggung jawab yang berani melakukan tindak tidak terpuji di kawasan pasar yang akrab disebut masyarakat pasar dua tingkat tersebut.

Masyarakat Kota Pagaralam itu pun meminta pihak terkait untuk lebih proaktif dalam melakukan patroli di beberapa tempat khususnya pada malam hari yang kerap dijadikan wadah oknum masyarakat untuk melakukan tindakan yang merugikan.

Sulis, salah satu warga Pagaralam berharap petugas Pol PP dan Polres Pagaralam lebih gencar melakukan patroli di tempat umum, agar hal seperti itu tidak kembali terulang.

“Wajar saja hal ini terjadi, sebab kawasan Pasar Dempo Permai pada malam hari di beberapa titik tidak terdapat lampu penerangan,” katanya, Kamis (4/6/2020).

Alat kontrasepsi dan botol miras berserakan di tangga Pasar Dempo Permai, Kota Pagaralam, Sumsel.

 

Menyikapi persoalan tersebut, Kasat Pol PP Pagaralam Mastulah Muklis mengaku, sudah mendengar kabar tak sedap itu.

Menurut Mastulah, pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak Polres dan pihak kecamatan untuk melakukan pengecekan ke lokasi.

“Selain itu kita akan lebih aktif melakukan patroli dan penertiban di kawasan-kawasan fasilitas umum yang diduga kerap dijadikan tempat berkumpul terutama di malam hari,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pagaralam, Masrur Aminula mengaku terkejut dan prihatin dengan adanya kejadian tersebut.

Dia meminta kepada pemerintah untuk lebih sigap dalam menertibkan penyakit masyarakat di wilayah Pagaralam apalagi di dalam situasi pandemi Covid-19.

“Selain itu kita meminta tokoh masyarakat dan tokoh agama berperan aktif mengimbau dan melaksanakan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak terjadi hal serupa yang bisa merusak moral masyarakat,” harapnya.

Di samping itu, dia berharap juga pemerintah lebih intensif  dalam melakukan penertiban di setiap tempat yang diduga sering dijadikan lokasi kegiatan penyakit masyarakat seperti pesta miras dan tindak asusila. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts