Alat Deteksi di Pintu Masuk Minim, Wilayah Sumsel Sangat Terbuka Dengan Peredaran Narkotika

Rabu, 7 November 2018
Suasana pemusnahan barang bukti ganja dengan cara dibakar dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Muratara.

Muratara, Sumselupdate.com – Sebanyak 550 batang ganja siap panen yang diamankan BNN Kota Lubuklinggau dan Resmob Petanang di atas satu hektar lahan di Desa Sukaraja, Kecamatan Karang Kaja, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) beberapa waktu lalu, resmi dimusnahkan, Selasa (6/11/2018).

Pemusnahan barang bukti ganja dengan cara dibakar tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Muratara dengan dihadiri Kepala BNN Provinsi Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan, Bupati Muratara H Syarif Hidayat.

Read More

Kemudian, Ketua DPRD Lubuklinggau Efriansyah, Kepala BNN Kota Lubuklinggau AKBP Eddy Nugroho, Kalabfor AKBP Made Suwedra, Kaden Brimob Petanang, AKBP Eko Yudi, Sekda H Abdullah Matcik, Dansubdenpum, Kapten CPM Kamaludin,  Kasdim 0406 MLM, Mayor Hutahuruk, perwakilan Kejaksaan, MUI, dan undangan lainnya.

Kepala BNN Provinsi Sumsel Brigjen Pol Drs John Turman Panjaitan menegaskan, wilayah Sumsel sangat terbuka dengan peredaran narkotika.‎

Minimnya alat deteksi yang bisa diterapkan di sejumlah pintu masuk wilayah, baik jalur darat maupun jalur perairan. Merupakan kendala yang belum bisa teratasi dalam pemberantasan narkotika.

“Timur pulau Sumatera sangat terbuka, tidak ada alat cangih kita untuk memantau. Mereka sangat leluasa menyebarkan narkoba,” katanya.

Seluruh lapisan masyarakat diminta ikut memerangi narkoba, dengan mengatakan tidak pada narkoba.

Menurutnya, banyak modus digunakan pelaku untuk mengedarkan narkotika.

“Narkoba ini banyak masuk dari luar, masuk dari pelabuhan dari jalur darat. Mereka bawa pakai ransel, tas. Kita tidak bisa melakukan pengecekan dan itu tidak terpantau.” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Lubuklinggau AKBP Edy Nugroho meminta seluruh pihak, agar tidak sungkan-sungkan melaporkan informasi ke petugas mengenai peredaran narkotika di wilayah mereka.

Terkait pengungkapan ladang ganja di wilayah Muratara, pihaknya akan terus melakukan pemantauan karena sudah ada beberapa informasi yang masuk mengenai indikasi ladang ganja lainnya yang belum terungkap.

“Kita sudah dapat informasi dari warga mengenai indikasi ladang ganja lainnya di sana. Jadi kita akan monitor terus, dan melakukan beragam upaya lainnya seperti patroli di sana,” katanya.

Pihaknya meminta warga agar terbuka dengan informasi tersebut dan jangan menutup-nutupi, apalagi menghalang-halangi petugas.‎

Pada saat itu juga dilakukan tes urine kepada sejumlah camat, lurah dan kepala desa diwilayah Kabupaten Muratara. (and)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts