Sekayu, Sumselupdate.com – Aksi balapan liar pemuda di jalan lintas Sekayu-Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tepatnya antara Desa Karang Anyar dan Desa Karang Waru, Kecamatan Lawang Wetan, kian meresahkan warga.
Pasalnya, tindakan para pembalap jalanan yang kerap beraksi pada setiap Minggu sore hari itu sangat membahayakan.
Lantaran bukan hanya nyawa pembalap liar saja yang terancam, tapi juga nyawa pengendara yang tengah melintas di sana juga terancam bila terjadi kecelakaan lalu lintas.
Yeni, salah seorang pengendara warga Kecamatan Lawang Wetan mengatakan, aksi balapan di jalan tersebut sudah menjadi rutinitas para remaja untuk mengisi waktu luang pada sore hari setiap akhir pekan.
“Biasanya hanya Sabtu dan Minggu sore saja ada trek di sini, kalau hari biasa ada juga sih, tapi hanya sesekali saja,” ungkapnya kepada Sumselupdate.com, Senin (23/5).
Dikatakannya, para aktor yang mengikuti balapan itu bukan saja warga Karang Anyar atau Karang Waru, melainkan juga ada warga luar yang memang sengaja datang untuk sekedar memamerkan kepiawaianya dalam melakukan aksi-aksi balapan di hadapan para penonton.
Di tempat berbeda, salah seorang karyawan perusahaan, Alamsyah, menyayangkan aksi balapan liar yang dilakukan para remaja ini. Karena selain mengganggu arus lalu lintas, suara yang keluar dari knalpot kendaraan itu pun membuat warga terganggu.
“Kami mesti ekstra hati-hati ketika akan melintas di jalan tersebut karena sisi kiri kanan di padati penonton, dan badan jalan sebelah di gunakan untuk balap liar, karena aksi pembalap cenderung ugal-ugalan dan menguasai badan jalan. Jika akan melakukan sprint, dua sampai tiga motor berjejer menguasai badan jalan, terpaksa kami harus menepi atau menunggu hingga aksi balapan itu kelar. Ditambah pula suaranya yang keras, risih kami jadinya,” ungkapnya dengan nada kesal.
Alamsyah mengaku sudah banyak warga yang mengeluh dengan aksi balapan liar tersebut. Bahkan sudah ada yang melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian, namun belum ada aksi penertiban yang dilakukan hingga hari ini.
Terpisah Kapolres Musi Banyuasin, melalui Kasat Lantas Polres Muba AKP Feriza W Lubis, mengaku sangat kesulitan untuk menindak para pelaku balap liar tersebut karena di saat anggota sudah tidak ada, hal tersebut dilakukan kembali.
“Namun, jajaran tetap akan menindak perilaku kerawanan di jalan lintas, apabila ditindak tidak ada kata lain yakni tangkap tilang,” tutupnya. (est)











