Muarabeliti, Sumselupdate.com – Maraknya pelajar SMP dan SMA duduk di atap mobil saat pulang sekolah menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas.
Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Mura, perhatian tersebut disebabkan karena kekhawatiran akan bahaya yang terjadi apabila kecelakaan. Untuk itu Dishub mewacanakan bus pelajar sebagai jawaban, agar para pelajar tidak naik di atas atap maupun bergelantungan lagi.
Kadishub Mura Adi Winata mengatakan untuk bus pelajar ini pihaknya sudah menyampaikan surat di Kementerian Perhubungan sejak 2016 lalu untuk meminta bantuan.
“Tapi kita belum bisa memastikan kapan realisasi dari permohanan itu dikabulkan kementerian. Namu kita sangat berharap tahun ini segera terealisasi,” katanya.
Selain menunggu dari Kementrian, Dishub Mura juga akan mencoba melakukan kerja sama dengan Perum Damri wilayah Provinsi Bengkulu untuk bisa mengoperasikan lima unit armada agar dapat mengakomodir angkutan di lima titik di Kabupaten Mura.
“Lima titik itu rencananya di Kecamatan Terawas, Megang Sakti, Muara Lakitan, Tugu Mulyo dan Muarabeliti. Angkutan ini rencananya akan digunakan untuk angkutan pelajar dan masyarakat umum juga,” ucapnya.
Untuk progres wacana tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Stasiun Damri Bengkulu dan direncanakan poll bus berada di Lubuklinggau. Bahkan rencananya juga dalam waktu dekat Damri Bengkulu akan survei ke Lubuklinggau, Mura dan Muratara.
Selain itu, ke depan, Dishub Mura berencana membuat angkutan umum pedesaan melalui dana desa, apabila tidak menyalahi aturan dan diharapkan bisa dimanfaatkan untuk angkutan pelajar. “Jika memungkinkan, kita akan kerja sama dengan masing-masing desa dan sistemnya dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes),” tandasnya. (ain)











