Ada Produk Kreatif Indonesia Yang Dicontek di Dubai

Rabu, 3 Februari 2016
Salah satu gerai J Co

Jakarta, Sumselupdate.com – Soal kreatifitas, orang Indonesia terutama anak mudanya tidak kalah dengan Negara asing. Bahkan dari segi bisnis, sudah mulai banyak brand yang muncul secara mandiri dan dibesarkan oleh pebisnis muda Indonesia. Dan tahukah Anda, brand-brand unik tersebut ternyata mulai dicontek oleh pebisnis Negara lain?

Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong mengatakan, salah satu produk asal Indonesia yang namanya mulai dikenal masyarakat di negara lain kemudian ditiru adalah J.CO Donuts. Produk ini rupanya sempat ditiru pengusaha di Dubai, sehingga sempat menimbulkan masalah.

“Di Dubai ada yang meniru J.CO Donuts dan menimbulkan masalah,” ujar dia di Jakarta, Selasa (2/2/2016) sebagaimana dikutip dari laman liputan6.com.

Thomas menjelaskan permasalahan ini sempat dibawa ke pengadilan di Dubai lantaran dianggap menyontek merek dagang.

Namun kini permasalahan tersebut telah selesai dan dimenangkan J.CO Indonesia.‎ Sedangkan pihak yang meniru‎ merek ini di Dubai terpaksa mengganti logonya.

“Itu sudah dituntut melalui pengadilan Dubai dan sudah menang. Akhirnya dia ubah sedikit logonya,” katanya.

Menurut Lembong, meski sempat menimbulkan masalah, ada sisi positif yang bisa diambil dari kasus ini.

Adanya kasus ini membuktikan produk-produk Indonesia saat ini sudah tidak kalah dengan produk dari negara lain.

Selain itu, pengusaha-pengusaha, khususnya pengusaha muda di Indonesia, kini punya kreativitas tinggi dalam menciptakan produk dan membuka peluang usaha.

“Ini bukti begitu bagusnya konsep dari J.CO Donuts. Lihat betapa hebatnya tingkat kreativitas kita,” kata dia. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.