Ada Bintik Hitam pada Susu Bubuk? Pakar IPB University Ungkap Penyebab dan Cara Menyikapinya

Writer: - Selasa, 3 November 2026
Pakar Teknologi Pangan IPB University, Prof. Dr.-Ing. Azis Boing Sitanggang, menjelaskan penyebab munculnya bintik cokelat hingga kehitaman pada susu bubuk yang dapat terjadi akibat proses pengeringan. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Munculnya bintik berwarna cokelat hingga kehitaman pada susu bubuk kerap membuat orang tua khawatir, terutama jika produk tersebut dikonsumsi anak-anak. Namun, kondisi itu tidak selalu menandakan adanya kontaminasi atau masalah keamanan pangan.

Akademisi bidang Teknologi Pangan IPB University, Prof. Dr.-Ing. Azis Boing Sitanggang, STP, MSc, menjelaskan bahwa salah satu penyebab munculnya bintik gelap pada susu bubuk adalah scorched particles atau partikel susu yang mengalami paparan panas lebih lama selama proses pengeringan.

Read More

Menurutnya, pembuatan susu bubuk melalui sejumlah tahapan pengolahan yang terkontrol, mulai dari pencampuran bahan, pemanasan, hingga pengeringan. Salah satu teknologi yang umum digunakan adalah spray drying atau pengeringan semprot.

Melalui teknologi tersebut, susu cair diubah menjadi bubuk menggunakan udara panas dalam waktu relatif singkat.

“Melalui teknologi spray drying, susu cair diubah menjadi bubuk dengan memanfaatkan udara panas dalam waktu singkat. Menariknya, penguapan air membantu menjaga suhu partikel susu tetap lebih rendah dibandingkan suhu udara pengering, sehingga paparan panas terhadap komponen gizinya relatif ringan,” jelas Prof. Azis.

Meski demikian, sebagian partikel susu berpotensi menempel pada permukaan alat pengering. Partikel yang tertinggal ini dapat mengalami paparan panas lebih lama dibandingkan partikel lainnya sehingga berubah warna menjadi kecokelatan atau kehitaman.

1. Bintik Hitam Berkaitan dengan Reaksi Maillard

Prof. Azis menjelaskan, perubahan warna tersebut dapat berkaitan dengan reaksi Maillard, yakni reaksi kimia antara gula pereduksi dan protein atau asam amino akibat paparan panas.

Reaksi ini lazim terjadi dalam proses pengolahan pangan dan dapat memengaruhi warna, aroma, serta karakteristik produk.

Pada susu bubuk, reaksi tersebut dapat menyebabkan sebagian partikel mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap.

Fenomena ini dapat dianalogikan dengan terbentuknya lapisan kecokelatan pada dasar panci ketika memasak susu atau bagian pinggir roti yang berubah warna akibat pemanasan.

“Perubahan warna pada partikel susu ini berkaitan dengan reaksi Maillard, yaitu reaksi antara gula susu dan protein akibat paparan panas. Reaksi ini umum terjadi dalam proses pengolahan pangan dan dapat memengaruhi warna serta karakteristik produk, tanpa selalu menunjukkan adanya kontaminasi dari luar,” ungkapnya.

Mengacu pada metode pengujian yang dirujuk American Dairy Products Institute (ADPI), keberadaan scorched particles terutama berkaitan dengan aspek mutu fisik atau tampilan produk.

Artinya, keberadaan bintik gelap tidak dengan sendirinya membuktikan adanya bahaya keamanan pangan. Meski begitu, pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan partikel tersebut memang berasal dari proses pengolahan, bukan benda asing atau indikasi kerusakan produk.

2. Kenali Kondisi Susu Bubuk Sebelum Dikonsumsi

Meski bintik gelap tidak selalu menunjukkan kontaminasi, konsumen tetap perlu memperhatikan kondisi susu bubuk sebelum dikonsumsi, terutama jika diberikan kepada anak-anak.

Prof. Azis mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan perubahan fisik yang tidak biasa pada produk.

Bintik yang bertekstur keras, muncul dalam jumlah tidak wajar, disertai perubahan aroma, atau penggumpalan yang tidak biasa perlu mendapat perhatian.

“Jika ditemukan bintik yang keras atau dalam jumlah tidak wajar, perubahan aroma, maupun penggumpalan yang tidak biasa, sebaiknya produk tidak diberikan terlebih dahulu. Pastikan juga kemasan dalam kondisi baik dan susu disimpan sesuai petunjuk untuk menjaga kualitasnya,” tambah Prof. Azis.

Selain itu, konsumen perlu memastikan kemasan tidak rusak, tanggal kedaluwarsa belum terlewati, serta penyimpanan dilakukan sesuai petunjuk pada label produk.

Apabila menemukan kondisi yang mencurigakan, masyarakat disarankan menghentikan sementara penggunaan produk. Kemasan beserta informasi nomor produksi atau nomor batch sebaiknya tetap disimpan untuk memudahkan penelusuran.

Konsumen juga dapat menghubungi produsen guna meminta penjelasan lebih lanjut terkait kondisi produk tersebut.

Dengan memahami proses pengolahan susu bubuk dan mengenali karakteristik perubahan produk, orang tua diharapkan dapat mengambil keputusan secara lebih tepat.

Tidak semua bintik gelap menunjukkan kontaminasi. Namun, setiap perubahan yang tidak wajar tetap perlu diperiksa untuk memastikan produk yang dikonsumsi anak memenuhi aspek mutu dan keamanan pangan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts