Palembang, Sumselupdate.com – Pergelaran syukuran UIN Raden Fatah Palembang menjadi Universitas Islam Negeri, Senin pagi (23/5), diwarnai dengan aksi demo puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK).
Aksi demo ini dikarenakan menyangkut pakaian almamater yang tak kunjung didapat oleh mahasiswa, terhitung sejak Angkatan 2014.
Usai melakukan paparannya, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, sempat mengeluarkan sedikit sindiran kepada kalangan mahasiswa dengan mengatakan bila mendemo itu harus jelas tujuannya.
Menurutnya, bila berdemo itu harus mengerti apa yang ingin disampaikan dan bukan ikut-ikutan saja. “Mahasiswa UIN demo, saya baru datang sudah disambut dengan tulisan dan spanduk,” katanya.
Presiden AMPK yang juga mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, M Arif Setiawan, dalam aksinya mengatakan, para mahasiswa menyampaikan sikap yang tertera dalam lima poin tuntutan.
Tuntutan itu di antaranya meminta kejelasan proses pengerjaan jaket almamater dengan memberikan bukti yang kongkrit mengenai pengerjaan jaket almamater, lalu menindak tegas bagi pihak yang mencari keuntungan pribadi atas lambannya pengerjaan jaket almamater 2014 dan 2015.
“Kita harap, pihak rektor yang baru dapat memberikan kejelasan terkait jaket almamater mahasiswa, karena ini sudah berlangsung selama dua tahun tanpa ada kejelasan,” tegasnya.
Arif juga mengatakan, pihaknya menyatakan sikap penolakan atas pemberlakuan UKT (uang kuliah tunggal) untuk angkatan 2016/2017, karena dinilai telah mengkhianati cita-cita bangsa sesuai dengan UUD 1945 pasal 31.
Para pendemo tersebut meminta transparansi dari penerapan regulasi UKT tersebut. “Pihak rektorat harus memproses secara hukum bagi pihak yang meminta pungutan di luar UKT karena melanggar KMA RI No.124 Tahun 2015, dengan batas waktu selambat-lambatnya hingga 27 Mei 2016 mendatang,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor UIN Raden Fatah yang baru satu minggu dilantik, Prof M Sirozi saat berhadapan dengan mahasiswa menyampaikan permintaan maaf terhadap permasalahan yang ada.
Sebagai rektor baru, dia siap menerima masukan dan kritik dari mahasiswa secara terbuka. “Permasalahan jaket almamater akan kita selesaikan, ini merupakan keteledoran kami sehingga pengadaan jaket sempat tertunda selama beberapa tahun,” katanya.
Pihaknya menargetkan jaket almamater akan selesai dan dapat dibagikan tepat pada 16 Juli mendatang, di mana jaket almamater yang dibuat diperuntukan untuk dua angkatan sebelumnya.
Ia pun menjamin, bahwa proses pembagian akan dilakukan secepatnya di tanggal yang sudah ditentukan tadi.
“Selain itu, khusus mengenai UKT, semuanya sudah berlaku secara nasional, di mana semua PTN memakai peraturan ini. Apabila ada jurusan yang mengambil uang tambahan maka segera laporkan dan akan ditindak dengan tegas,” pungkasnya. (sam)











