Jakarta, Sumselupdate.com – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyambut baik pembebasan, dua orang WNI sandera Abu Sayyaff. Menurutnya upaya pelepasan ini dipenuhi tantangan berat.
Hal ini disampaikan Retno didasari alasan kuat. Sebab, proses pembebasan memakan waktu kurang lebih setengah tahun lamanya.
“Pembebasan ini adalah hasil diplomasi total yang melibatkan berbagai elemen pemerintah selama 6 bulan terakhir,” ucap Retno dalam keterangan persnya seperti dikutip dari liputan6.com, Selasa (13/12/2016).
Dia menambahkan, sebelum kembali ke Tanah Air, pada 13 Desember ini, para WNI terlebih dulu diserahterimakan oleh Komandan Wesmincon kepada Duta Besar RI di Filipina.
Mantan Dubes RI untuk Norwegia ini menegaskan, dengan bebasnya Robin Piter dari Samarinda dan Muhamad Nasir asal Sulawesi Selatan, maka sudah tidak ada lagi ABK TB Charles yang disandera. “7 ABK TB Charles yang diculik pada tanggal 20 Juni 2016 seluruhnya telah dibebaskan,” ucap dia.
Sebelumnya pada tanggal 7 Agustus 2016, 2 ABK Muhammad Sofyan dam Ismail berhasil bebas. Sementara itu, pada tanggal 1 Oktober 2016, 3 ABK Edi Suryo, Muhammad Mahbrur Dahri dan Ferry Arifin juga berhasil dibebaskan,” tutup Retno.
Sementara itu, masih ada 4 WNI yang merupakan anak buah kapal yang disandera oleh kelompok bersenjata pada November dan Desember tahun lalu. Diduga penyandera adalah faksi yang berbeda dari Abu Sayyaf. (pto)











