Kabut Asap Tebal Melanda Kota Pagaralam, Masyarakat Diharapkan Waspada

Writer: - Selasa, 31 Oktober 2023
Kondisi kabut asap di Sumsel dari atas udara

Pagaralam, Sumselupdate.com – Kabut asap tebal kembali melanda Kota Pagaralam pada Selasa (31/10/2023). Kabut asap kali ini terlihat lebih parah dibandingkan dengan sebelumnya, dan bau asap yang sangat menyengat telah tercium sejak pagi hari.

Meskipun lalu lintas belum terlalu terganggu, kabut asap ini telah membuat mata terasa perih saat beraktivitas di luar rumah. Beberapa warga juga mulai mengalami masalah pernapasan seperti batuk-batuk.

Read More

Pantauan Sumselupdate.com, kabut asap tebal terlihat sepanjang jalan dari Tanjung Payang hingga Simpang Mannak saat pagi hari.

Endang (43) seorang warga dari Jambat Balo, mengungkapkan bahwa kabut asap telah menyelimuti Kota Pagaralam selama beberapa bulan terakhir, namun pada hari Selasa ini, kabut asap terasa lebih tebal dan bau asapnya sangat menyengat.

“Bau asap sangat menyengat sejak malam sampai pagi hari. Bahkan akibat kabut asap ini saat keluar rumah membuat mata sakit dan perih,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pagaralam, Dekky, menjelaskan bahwa saat ini kualitas udara di Kota Pagaralam masih relatif baik, meskipun ada indikasi bahwa udara di Pagaralam mengandung polusi akibat asap.

Baca Juga: Asap di Palembang Makin Mengkhawatirkan, Ini  Bahayanya

Dia menunjukkan beberapa kemungkinan penyebabnya, seperti asap dari daerah lain yang mengalami kebakaran hutan atau lahan dan terbawa angin, kemudian menyebar ke beberapa daerah sekitarnya, termasuk Kota Pagaralam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pagaralam, Dekky
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pagaralam, Dekky

“Ada beberapa kemungkinan penyebabnya yaitu kemungkinan besar asap berasal dari kiriman daerah lain yang mengalami kebakaran hutan atau lahan karena terbawa angin kemudian tersebar ke beberapa daerah sekitarnya termasuk Kota Pagaralam yang menjadi daerah terdampak,” ujarnya.

Selain itu, kemungkinan kecil adalah bahwa asap merupakan dampak dari kebakaran yang pernah terjadi di Pagaralam dan sekitarnya, tetapi kebakaran tersebut telah dikendalikan dengan cepat sehingga tidak meluas dan tidak berdampak signifikan terhadap polusi udara.

“Secara data kualitas udara berdasarkan metode pengukuran passive sampler yang diukur di bulan Juli 2023 hasilnya dalam kategori baik. Untuk pengukuran kualitas udara bulan September 2023 belum keluar hasil datanya,” jelasnya.

Baca Juga: Kualitas Udara Tidak Sehat, Kabut Asap Hampir Tutupi Jembatan Ampera

Dengan adanya indikasi polusi udara di Pagaralam, masyarakat diharapkan untuk mengambil tindakan pencegahan dengan menjaga kesehatan mereka, seperti memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak membakar sampah di lingkungan pemukiman, perkebunan, terutama di area hutan, dan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, yang bisa memicu kebakaran.

“Diimbau kepada masyarakat, untuk tidak melakukan pembakaran di lingkungan pemukiman, perkebunan terlebih di areal hutan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan yang akan berakibat memicu kebakaran,” imbaunya.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts