Asap di Palembang Makin Mengkhawatirkan, Ini  Bahayanya

Writer: - Selasa, 31 Oktober 2023
Kabut asap di Palembang.

Palembang, sumselupdate.com – Hingga akhir Oktober ini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa kebupaten di Sumatera Selatan (Sumsel) masih belum selesai.

Berdasarkan data BMKG Sumsel, tingkat konsentrasi PM 2.5 atau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sejak beberapa hari ini sangat tidak sehat.

Read More

Asap tebal terus menyelimuti Kota Palembang hingga mengganggu jarak pandang pengendara, aktivitas belajar mengajar siswa menjadi berubah, hingga masalah kesehatan.

Kepala BMKG Sumsel Wandayantolis mengatakan, tingkat PM 2.5 pada 30 Oktober lebih dari 280, lalu hari ini berkisar 130.

Meskipun, angkanya turun dibandingkan kemarin, namun asap masih sangat tebal dan berkategori berbahaya. Efek jangka pendek PM 2.5 yaitu penyakit jantung, paru-paru, bronkitis, dan serangan asma.

Baca juga : Kualitas Udara Tidak Sehat, Kabut Asap Hampir Tutupi Jembatan Ampera

“Efek kesehatan ini berdampak pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa yang lebih tua,” katanya, Selasa (30/10/2023).

Salah seorang warga Palembang di kawasan Jalan POM IX, Kamilah mengatakan, untuk berkendara di pagi hari harus hati-hati, terutama sepeda motor.

Baca juga : Diduga Dihalangi Kabut Asap, Tug Boat Tabrak Perahu Ketek, Tiga Pemancing Hilang

“Mata perih, jarak pandang pendek apalagi di pagi hari,” katanya.

Dia mengharapkan pemerintah bersikap tegas dalam penanggulangan kebakaran, karena setidaknya sudah dua bulan lebih ini Palembang kena dampak asap.

“Asap ini sudah sejak akhir Agustus, ini bulan akhir Oktober, sampai kapan asapnya, kasihan anak-anak menghirup asap terus,” katanya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts