PALI, Sumselupdate.com – Warga Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali mempertanyakan janji PT Titan. Karenanya, puluhan hektar kebun karet produksi dan sawah milik warga setempat terendam banjir berkepanjangan dalam beberapa bulan terakhir ini, akibatnya aktifitas warga menjadi lumpuh total dan puluhan hektar sawah terancam gagal panen.
Menurut beberapa warga setempat pemicu terjadinya banjir selain diguyur hujan juga karena keberadaan jalan perusahaan angkutan batubara Milik PT Titan Group, pemilik saham PT Servo Lintas Raya (SLR) dan PT Swarna Dwipa Dermaga Jaya (SDDJ) yang minim gorong-gorong dan jembatan sehingga luapan anak Sungai Lematang tidak bisa mengalir terhalang bentangan jalan perusahaan tersebut.
Untuk itu, warga menagih janji perusahaan yang akan membuat jembatan sungai.
Edwin, yang merupakan Kaur pembangunan desa setempat mengeluhkan hal tersebut. Seingat dirinya, sebelum ada jalan perusahaan itu tidak pernah banjir seperti ini namun sekarang genangan air sangat luar biasa mencapai berbulan-bulan lamanya tidak kunjung surut.
“Beberapa waktu lalu pihak PT Titan pernah berjanji akan membuatkan jembatan sesuai permintaan masyarakat, namun sampai hari ini janji itu tidak kunjung datang,” katanya.
Meski begitu, Edwin tidak menampik bahwa ada usaha dari PT Titan, mereka telah memasang countainer dijadikan gorong-gorong akan tetapi itu tidak mampu mengurangi genangan air.
“Menurut kami, apa yang dikerjakan pihak perusahaan tidak sesuai dari janji yang sudah disepakati bersama masyarakat waktu koordinasi di kantor DPRD belum lama ini. Kami menilai pihak perusahaan tidak menepati janji,” tambahnya.
Ditambahkan, Emran (47) warga setempat mengungkapkan bahwa hampir 3 bulan ini kebun karet miliknya seluas dua hektar tidak bisa disadap akibat terendam air. Dirinya tidak bisa berbuat banyak hanya menunggu air surut baru akan beraktifitas kembali kini untuk menghidupi keluarganya sementara ini dirinya hanya bekerja serabutan.
“Kebun kami ini pak sudah hampir tiga bulan terendam air, kami sekarang tidak bisa menyadap karet hanya kebun inilah pak satu satunya mata pencaharian kami,” keluh Emran.
Sementara, Yayan Suhendri Humas PT Titan membantah kalau pihaknya ingkar janji. Diakuinya juga bahwa pihaknya akan berkomitmen sesuai perjanjian yang telah disepakati.
“Kita memang belum mengerjakan jembatan yang diminta masyarakat, tapi bukan berarti kami ingkar janji namun karena kondisi sekarang ini masih musim hujan dan jalan masih banjir. Operasional perusahaan saja sudah 4 bulan ini tidak jalan, jadi kami minta masyarakat bersabar nunggu air surut,” ungkapnya. (adj)











