Palembang, Sumselupdate.com –Pemerintah Republik Indonesia (RI) berupaya mendongkrak harga karet di tingkat petani yang kini kian anjlok.
Salah satu dengan upaya itu dengan menerapkan kebijakan bersama, yakni mengurangi ekspor karet ke negara pengimpor.
Dalam kebijakan ini, pengurangan ekspor karet dari Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai 87.210, 26 ton dari nasional 238.736 ton selama enam bulan ke depan.
Untuk mendukung kebijakan ini, pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI telah menjamin subsidi bagi petani karet untuk bisa menutupi kekurangan pendapatan yang dipastikan akan terjadi.
Dalam rapat upaya pengembangan komoditas karet yang digelar di Horison Ultima Hotel Palembang, Rabu (23/3) malam, Menteri Pertanian RI, Andi Amran mengatakan, pihaknya akan menggelontorkan bantuan bibit jagung, padi dan kedelai selama menunggu masa tanam karet.
Menurut Amran, bantuan akan diberikan secara gratis kepada petani karet yang melakukan sistem taman tupang sari disela-sela perkebunan karet, terutama jagung.
Dalam rapat yang dihadiri Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel Alex K Eddy tersebut, Menteri Pertanian RI, Andi Amran mengemukakan, pemerintah akan menjamin kekurangan penghasilan petani karet saat melakukan penanaman sekarang ini.
Pastinya, kata Andi Amran, penyediaan pasar dalam negeri dapat dijadikan solusi pemerintah untuk mengatasi lemahnya penyerapan dari luar negeri yang telah mengakibatkan penurunan harga di tingkat petani.
Dikatakannya, kebijakan pengurangan ekspor karet sudah menjadi instruksi Presiden dan sudah menjadi program kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Perdagangan dan Perindustrian, Perhubungan dan BUMN.
Ditambahkannya, ke depan akan dilakukan penerapan sanksi kepada pedagang maupun pabrik yang melanggar berdasarkan hasil pengawasan, sesuai dengan Permendag No 53 tahun 2009. (adi)











