New York, Sumselupdate.com – Donald Trump sukses membalikkan semua analisis. Dia keluar sebagai pemenang pemilihan presiden Amerika Serikat (Pilpres AS), mengalahkan Hillary Clinton yang sebelumnya lebih diuggulkan.
Tercatat, Trump tidak pernah memegang jabatan publik dan tak punya pengalaman sebagai politikus. Lantas, mengapa pengusaha New York ini bisa menang? Berikut lima hal penting yang dianggap menjadi pengantar Trump sukses menuju Gedung Putih, seperti dilansir BBC, Rabu (9/11).
1.Gelombang putih
Suara di Negara Bagian Ohio, Florida, dan North Carolina semuanya mengarah ke Trump. Ini berarti bahwa kelas pekerja kulit putih, terutama yang tidak mengenyam pendidikan universitas, laki-laki dan perempuan, beramai-ramai meninggalkan Demokrat dan memilih calon Republik.
Mereka yang tinggal di pedesaan menjadi ‘gelombang putih’ dan menggunakan haknya dengan tujuan agar suara mereka didengar. Mereka inilah yang selama ini merasa ditinggal oleh kalangan mapan. Ketika Clinton kalah di Wisconsin, harapannya untuk menjadi presiden sebenarnya sudah hilang.
2. ‘Antipeluru’
Trump pernah mengejek politikus dan veteran perang John McCain, adu mulut dengan Fox News dan pembawa acaranya, Megyn Kelly. Dia juga mengejek peserta ratu kecantikan dan terkesan setengah hati saat meminta maaf dalam kasus video yang menunjukkan ia sangat merendahkan perempuan.
Dalam tiga debat presiden, ia pun tak tampil meyakinkan. Namun semua itu tak berdampak buruk bagi Trump. Begitu juga dengan jajak pendapat sebelum pemilihan.
Berbagai kontroversi yang ia timbulkan itu datang bertubi-tubi sehingga publik pun kemungkinan tidak punya waktu untuk mencernanya. Mungkin juga karena ia punya daya tarik pribadi yang luar biasa besar. Apa pun alasannya, terbukti bahwa Trump ‘antipeluru’.
3. Status orang luar
Trump tak hanya harus bertarung dengan calon Demokrat, tapi juga dengan para tokoh Republik, yang satu per satu meninggalkannya. Dia memenangi persaingan di kubu Republik seperti Marco Rubio, Ted Cruz, Chris Christie, dan Ben Carson.
Bisa jadi, popularitasnya kian naik karena berani ‘melawan’ tokoh-tokoh mapan Republik. Langkah Trump melawan tokoh-tokoh mapan ini mengesankan bahwa dia orang luar dan independen. Status ini mendapat tempat saat warga sudah tak ingin lagi melihat kelompok mapan berada di panggung politik AS.
Tokoh Demokrat Bernie Sanders dan tokoh Republik Ted Cruz sebenarnya sudah menangkap perubahan ‘suasana hati’ warga Amerika ini. Namun, sosok Trump lebih bisa merebutnya dan mengantarkannya ke Gedung Putih.
4. Faktor Comey
Hingga dua pekan jelang Pilpres AS lalu, sebagian besar kalangan meyakini Trump sulit menang. Namun, keluarnya surat Direktur FBI, James Comey,yang berisi keputusan FBI untuk membuka lagi kasus penggunaan email pribadi dalam korespondensi Clinton sebagai menteri luar negeri seakan menguntungkan Trump.
Di tengah ketatnya jajak pendapat saat itu, langkah FBI tersebut telah memberi nafas bagi Trump untuk melakukan konsolidasi. Di sisi lain bagi kubu Clinton, surat Comey menyulitkan kampanye mereka yang memasuki tahap akhir.
Pesan-pesan Clinton di berbagai kampanye ‘jelas terganggu’ dengan langkah FBI tersebut. Andai saja Clinton memakai email kantor ketika menjabat sebagai menlu, kemungkinan Clinton tetap unggul dalam kontestasi Pilpres AS cukup besar.
5. Percaya dengan insting
Kampanye Trump jelas bukan kampanye biasa. Hasil pilpres memperlihatkan bahwa ia lebih paham dari para pakar politik. Ia benar-benar percaya pada insting kemenangannya.
Ia tak terlalu tergantung dengan jajak pendapat dan lebih memilih terjun langsung ke lapangan dengan mengunjungi para pemilih di Wisconsin dan Michigan, yang dikatakan para analis tak mungkin dimenangkan oleh Republik.
Ia tak mengetok pintu warga. Sebaliknya, ia lebih suka menggelar rapat-rapat akbar seraya mengirim pesan agar warga menggunakan hak suara.
Kampanye Trump sebenarnya kalah rapi dari tim Clinton. Anggaran kampanyenya juga lebih sedikit. Bahkan tak sedikit yang mengecam cara-cara kampanyenya. Namun, Trump dan timnya tak peduli. Sampai akhirnya, hasil Pilpres AS membuat Trump dan orang-orang terdekatnya bisa tersenyum lebar. (shn)











