KA Malabar Tabrak Truk Bermuatan Alat Berat, KAI Tuntut Ganti Rugi

Senin, 31 Oktober 2016
Kereta Api Malabar yang mengalami tabrakan.

Semarang, Sumselupdate.com – PT Kereta Api Indonesia menuntut ganti rugi atas insiden tabrakan kereta api Malabar dengan truk bermuatan alat berat yang terjadi di perlintasan kereta api di Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebak Kramat, Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (29/10) malam.

Humas PT KAI Daerah Operasi (DAOP) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto mengatakan, akibat kecelakaan tersebut PT KAI mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Sebab itu PT KAI meminta pengemudi atau pemilik truk bertanggung jawab.

Read More

“Kerugian kami cukup besar mencapai miliaran rupiah, sebab itu kami akan menggugat, meminta ganti rugi kepada yang bertanggungjawab yakni pengemudi atau pemilik truk,” tutur Eko saat konferensi pers di Stasiun Purwosari pada Ahad (30/10) siang seperti dikutip dari laman Republika.co.id.

Kecelakaan terjadi setelah truk bermuatan alat berat yang hendak melintas di perlintasan rel kereta api tak dapat bergerak lantaran bagian gardan truk tersangkut di perlintasan. Di saat bersamaan KA Makasar dari arah Sragen menuju Solo melaju dengan kecepatan tinggi. Bagian belakang truk terseret sejauh 100 meter sebelum akhirnya roda kereta api anjlok.

Eko mengatakan insiden tersebut menyebabkan keterlambatan jadwal keberangkatan sejumlah kereta api. Bahkan penundaan jadwal keberangkatan terjadi hingga 6 sampai 7 jam.

Di antara kereta api yang mengalami penundaan jadwal keberangkatan tersebut yakni untuk arah Timur KA Malabar, KA Mutiara Selatan, KA Bangun Karta, dan KA Kratau maupun KA Matarmaja. Sementara dari arah Barat KA Bima, KA Gajayana, KA Turangga, dan KA Barang.

Selain itu kata dia kecelakaan itu menyebabkan kerusakan pada lokomotif, palang pintu perlintasan, sinyal, dan rel perlintasan. Eko menuding kecelakaan terjadi murni disebabkan kelalaian pengemudi truk. Untungnya kecelakaan tersebut tak merenggut korban jiwa.

“Kami sedang menghitung besaran kerugiannya, yang jelas bisa miliaran. Ini jelas kelalaian pengemudi, truk macet di perlintasan, sopir tidak ahli,” tuturnya.

Eko mengatakan semestinya kendaraan tak memaksa melintas di perlintasan kereta api ketika kereta sudah hampir dekat. Ia berharap setiap pengemudi kendaran lebih mendahulukan laju kereta api agar terhindar dari kecelakaan. Kendati demikian ia mengatakan jalur perlintasan sudah dapat dilalui kereta api kembali. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts