Banyuasin, Sumselupdate.com – Warga dua desa di Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin terisolasi, menyusul jembatan penghubung satu-satunya untuk keluar dari desa, ambruk setelah dihantam kapal ponton.
Camat Muara Padang, Agustinus mengatakan, jembatan yang ambruk itu berada di jalur 20 yang kerap dilintasi warga Desa Daya Makmur dan Purwodadi.
Jembatan itu ambruk akibat ditabrak kapal ponton tanpa muatan, Minggu (14/3).
“Saat ini aktivitas masyarakat yang hendak menyeberang lumpuh. Kami sudah meminta pihak pemilik ponton untuk bertanggungjawab memperbaiki jembatan yang ambruk itu. Sementara, pihak PU BM sudah tiba di lokasi untuk meninjau kerusakan jembatan,” kata dia.
Sekretaris Desa (Sekdes) Purwodadi Kecamatan Muara Padang Arifin, menambahkan, jembatan tersebut tersenggol kapal ponton milik Abeng yang baru selesai mengangkut tanah merah di Jalur 3 Muara Padang.
“Kapal ponton mau pulang ke Palembang dalam kondisi kosong usai membawa tanah merah ke Jembatan Tiga. Lalu ketika kejadian kapal ponton melewati bawah jembatan. Saat itu sedang surut tapi air sungai cukup deras. Diduga buntut belakang ponton menyenggol salah satu tiang jembatan hingga ambruk seperti itu,” kata Arifin.
Seketika badan jembatan ambruk ke sungai dan sebagian menimpa kapal ponton. Kerasnya suara material jembatan yang roboh membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah.
“Ternyata jembatannya sudah putus seperti itu n parah sekali kerusaannya. Kami langsung menghubungi pihak kecamatan dan mereka langsung tiba ke lokasi. Serang ponton sendiri langsung kami amankan dan diserahkan ke Polsek Muara Padang,” kata Arifin.
Terpisah, Kepala Dinas PU BM Banyuasin Abi Hasan mengaku, sudah menerima laporan dari pihak kecamatan terkait ambruknya jembatan penghubung di Jalur 20 Kecamatan Muara Padang.
“Tim konsultan sudah menuju TKP, saya masih menunggu laporannya. Nanti akan dibahas bagaimana penanggulangannya agar masyarakat bisa tetap beraktivitas,” kata dia. (ziz)











