Palembang, Sumselupdate.com – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi sebagian warga Kota Palembang. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang pun menyalurkan air bersih melalui Perumda Tirta Musi kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Distribusi air bersih dilakukan kepada warga di Jalan Sawah Jaya, Perum Al Zafa, RT 016/RW 005, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, Minggu malam (4/10/2026).
Wali Kota Palembang Ratu Dewa turut turun langsung memantau penyaluran air bersih tersebut setelah sebelumnya meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Talang Jambe, yang berada di perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin.
Ratu Dewa mengatakan penyaluran air bersih dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi kemarau yang melanda sejumlah wilayah.
“Pemerintah Kota Palembang terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi,” kata Ratu Dewa.
Ia juga meminta jajaran kecamatan dan kelurahan aktif melakukan pendataan terhadap wilayah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Saya minta camat dan lurah agar memantau tempat-tempat warga yang kesulitan air bersih selama kemarau ini terjadi,” ujarnya.
Menurut Ratu Dewa, pendataan diperlukan agar bantuan air bersih dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ratu Dewa Pantau Karhutla di Talang Jambe
Sebelum mendatangi warga di Plaju Darat, Ratu Dewa terlebih dahulu memantau penanganan karhutla di kawasan Talang Jambe, perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin.
Sejak Minggu siang, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palembang bersama tim gabungan melakukan upaya pemadaman di lokasi tersebut.
Ratu Dewa mengatakan terdapat empat titik firespot yang dipantau. Pemkot Palembang juga berupaya memastikan lokasi lahan yang terbakar untuk mengetahui wilayah administrasinya.
“Jadi kita meninjau ada empat titik firespot. Kami ingin pastikan lahan yang terbakar itu berada di Palembang atau Banyuasin,” katanya.
Menurut Ratu Dewa, meski lokasi kebakaran diduga berada di luar wilayah administrasi Kota Palembang, pemerintah kota tetap membantu proses pemadaman sebagai bagian dari penanganan bersama lintas daerah.
“Api sudah bisa kita kendalikan bersama,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, lahan yang terbakar diduga merupakan lahan milik perusahaan dan sebelumnya digunakan untuk perkebunan sawit yang kini tidak lagi dikelola.
Informasi tersebut masih menjadi bagian dari penelusuran pihak terkait untuk memastikan status dan kepemilikan lahan.
Ratu Dewa mengatakan temuan di lokasi akan dilaporkan kepada Gubernur Sumatera Selatan. Pemkot Palembang juga tengah menyiapkan langkah regulasi untuk mencegah lahan perusahaan yang ditelantarkan menjadi lokasi rawan kebakaran.
Ia telah menginstruksikan Asisten I menyiapkan draf Peraturan Wali Kota (Perwali) yang mengatur sanksi terhadap perusahaan yang menelantarkan lahannya.
“Kami akan siapkan sanksi tegas bagi perusahaan yang menelantarkan lahannya,” tegas Ratu Dewa.
(**)







