Ojol di Palembang Meninggal Setelah Sesak Napas di Tengah Kabut Asap, Keluarga Minta Pemerintah Bergerak

Writer: - Sabtu, 3 Oktober 2026
Rita Yunita Sari, istri almarhum Ardiansyah, berada di samping foto pernikahan mereka. Ardiansyah, pengemudi ojek online asal Kertapati, Palembang, meninggal dunia setelah mengalami sesak napas di tengah kondisi kabut asap. (Foto: Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang menyisakan duka bagi keluarga Ardiansyah (41), warga Jalan Mataram Ujung, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati.

Ardiansyah, yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online, meninggal dunia setelah mengalami sesak napas pada Jumat (2/10/2026). Keluarga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan paparan kabut asap yang semakin pekat di Palembang.

Read More

Namun, belum ada keterangan medis yang memastikan kabut asap sebagai penyebab kematian Ardiansyah. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit asma.

Istri Ardiansyah, Rita Yunita Sari, mengatakan suaminya lebih sering mengalami batuk dan sesak napas setelah kabut asap mulai menyelimuti Palembang, terutama setelah beraktivitas di luar rumah.

“Kalau dia sudah selesai kerja jadi driver dan aktivitas di luar, waktu dia pulang sering batuk, sering sesak,” kata Rita, Sabtu (3/10/2026).

Sebagai pengemudi ojek online, Ardiansyah banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Ia biasanya mulai bekerja sejak pagi, beristirahat pada siang hari, kemudian kembali mencari penumpang hingga sore atau menjelang malam.

Dalam sehari, Ardiansyah diperkirakan menghabiskan sekitar sembilan jam di luar rumah dengan mengendarai sepeda motor.

Seiring memburuknya kondisi kabut asap, aktivitas di luar rumah mulai dikurangi. Namun, sesak napas kembali dialaminya pada Jumat pagi sebelum meninggal dunia.

Saat itu, Ardiansyah baru keluar dari kamar mandi. Menurut Rita, kondisi di sekitar rumah sedang dipenuhi kabut asap.

“Memang pagi itu banyak kabut. Dari WC keluar, langsung sesak. Mungkin karena kabut,” ujar Rita.

Ardiansyah kemudian mengeluhkan kesulitan bernapas. Menurut Rita, suaminya juga sempat mengaitkan kondisi sesak yang dialaminya dengan kabut asap.

“Dia bilang, ‘Ya Allah, kabut asap ini’,” tutur Rita mengenang ucapan suaminya.

Keluarga kemudian berusaha memberikan pertolongan dan membawa Ardiansyah ke RSUD Bari Palembang.

Setibanya di rumah sakit, Ardiansyah mendapat penanganan di ruang instalasi gawat darurat (IGD). Keluarga menyebut tenaga medis melakukan pemeriksaan dan memberikan pertolongan, termasuk tindakan resusitasi.

Namun, kondisi Ardiansyah terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Menurut Rita, kondisi tersebut berlangsung cepat. Pada malam sebelum kejadian, Ardiansyah masih dalam kondisi relatif baik. Namun, pada Jumat pagi sesak napas kembali kambuh dan kondisinya memburuk.

Ardiansyah kemudian dimakamkan pada Jumat sore. Ia meninggalkan istri dan anak-anak.

Keluarga Minta Pemerintah Bergerak

Bagi keluarga, kabut asap kini bukan sekadar persoalan terganggunya aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut dirasakan langsung ketika Ardiansyah mengalami sesak napas di tengah udara yang menurut keluarga dipenuhi kabut.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts