Ojol di Palembang Meninggal Setelah Sesak Napas di Tengah Kabut Asap, Keluarga Minta Pemerintah Bergerak

Writer: - Sabtu, 3 Oktober 2026
Rita Yunita Sari, istri almarhum Ardiansyah, berada di samping foto pernikahan mereka. Ardiansyah, pengemudi ojek online asal Kertapati, Palembang, meninggal dunia setelah mengalami sesak napas di tengah kondisi kabut asap. (Foto: Sumselupdate.com/Istimewa)

Rita berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menangani kabut asap dan mencegah munculnya korban lain, terutama masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma.

“Pengennya pemerintah ini bergerak. Kalau memang kondisi lagi tidak aman, kabut sudah ada, asap sudah ada, jangan sampai ada korban yang lain. Cukup kami,” ujarnya.

Read More

Ia juga meminta perhatian terhadap kualitas udara di Palembang ditingkatkan, terutama bagi masyarakat yang setiap hari harus bekerja di luar ruangan.

“Apalagi ada asma. Kalau sedang sesak, apalagi ada asma,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Palembang mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah saat kondisi udara memburuk. Dinkes juga menyebut paparan asap akibat kebakaran lahan dapat meningkatkan risiko ISPA dan gangguan kesehatan lainnya.

Kasus Ardiansyah menjadi perhatian di tengah memburuknya kualitas udara Palembang akibat kabut asap. Meski keluarga menduga paparan asap berperan terhadap memburuknya kondisi kesehatan Ardiansyah, penyebab medis kematiannya tetap memerlukan penjelasan dari tenaga kesehatan yang menangani pasien.

Kasus ISPA Melonjak Tajam

Sementara itu, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palembang melonjak pada September 2026. Tercatat 17.434 kasus sepanjang September, menjadi angka bulanan tertinggi sepanjang tahun ini.

Peningkatan kasus ISPA tersebut terjadi di tengah memburuknya kualitas udara Palembang akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan kasus ISPA pada September meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Keluhan gangguan pernapasan tersebut dialami berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts