Palembang, Sumselupdate.com – Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Ogan Komering Ilir berkolaborasi dengan DGL Learning Institute menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tim Pendataan Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang digelar di Palembang, 25–26 September 2026.
Kegiatan ini digelar untuk memperkuat kapasitas tim dalam melaksanakan pendataan perkebunan kelapa sawit, khususnya dalam mendukung penataan data pekebun dan kebun serta proses penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB).
Dalam sambutan pembukaan, Wakil Direktur PT Daya Guna Lestari, M. Danang MRQ, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI dengan DGL Learning Institute dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, DGL Learning Institute senang dapat menjadi bagian dalam upaya peningkatan kapasitas tim pendataan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten OKI.
“Kami tentu senang bisa menjadi bagian dari kolaborasi ini. Harapannya, melalui kegiatan bimtek ini, apa yang selama ini sudah dilakukan oleh tim di lapangan dapat kembali direfresh, sekaligus menjadi kesempatan untuk memperbarui pemahaman terhadap perkembangan regulasi dan ketentuan terbaru dalam proses pendataan perkebunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini penting dilakukan secara berkala, mengingat tim di lapangan setiap hari bersentuhan langsung dengan proses pendataan. Dengan adanya pembekalan kembali, diharapkan pemahaman yang telah dimiliki dapat semakin diperkuat dan diselaraskan dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI, Ir. A. Oktariansyah Pratama, S.T., M.Si., yang dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang, Nila Hayati, menyampaikan bahwa pendataan perkebunan merupakan bagian penting dalam mendukung tertib administrasi dan ketersediaan data perkebunan di Kabupaten OKI.
Menurut Nila, pelaksanaan pendataan membutuhkan ketelitian serta koordinasi dari seluruh pihak yang terlibat.
Karena itu, kegiatan bimtek diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada tim mengenai tahapan dan mekanisme pendataan, sehingga data yang dikumpulkan dapat menggambarkan kondisi perkebunan di lapangan secara lebih akurat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Herlan Kagami mengenai tata cara pendataan dan penerbitan STDB.
Materi mencakup sejumlah tahapan, mulai dari persiapan, sosialisasi, pendataan, pemetaan, verifikasi hingga penerbitan STDB, termasuk pemanfaatan sistem informasi database pekebun rakyat atau e-STDB.
Melalui kegiatan ini, tim pendataan Kabupaten OKI diharapkan tidak hanya semakin memahami mekanisme pelaksanaan pendataan, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan regulasi dan sistem yang diterapkan.
Dengan demikian, proses pendataan perkebunan kelapa sawit dapat berjalan lebih tertib, akurat, dan mendukung tersedianya basis data perkebunan yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten OKI.
(**)







