Palembang Kembali Dikepung Kabut Asap, Kebakaran Lahan Talang Jambi Belum Padam

Writer: - Senin, 28 September 2026
Kebakaran lahan di kawasan Talang Jambi, Palembang, Senin (28/9/2026) malam, memicu kepulan asap dan turut memperburuk kualitas udara yang tercatat mencapai level bahaya dengan angka 372. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com — Kota Palembang kembali diselimuti kabut asap pada Senin (28/9/2026) malam. Kondisi tersebut terjadi di tengah adanya kebakaran lahan yang dilaporkan warga di kawasan Talang Jambi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kobaran api terlihat membakar lahan di kawasan Talang Jambi sejak sore hingga Senin malam. Hingga malam hari, api dilaporkan warga masih belum sepenuhnya padam.

Read More

Seorang warga yang berada di sekitar lokasi mengatakan, kebakaran lahan tersebut telah berlangsung selama beberapa jam dan menimbulkan kepulan asap yang menyelimuti kawasan sekitar.

“Kebakaran sudah sejak sore dan sampai malam ini masih belum padam,” ujar warga.

Warga berharap Pemerintah Kota Palembang dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebakaran lahan yang terjadi di kawasan tersebut, mengingat asap dari kebakaran berpotensi memengaruhi kualitas udara dan kenyamanan masyarakat.

“Kami berharap pemerintah menjadikan persoalan kebakaran lahan ini sebagai pekerjaan rumah yang harus segera ditangani,” kata warga tersebut.

Sementara itu, berdasarkan pantauan aplikasi IQAir pada Senin malam, kualitas udara di sejumlah wilayah Palembang menunjukkan kondisi yang berbeda-beda.

Wilayah Musi 2 tercatat berada pada angka 317, Demang 481, dan GP Palembang 372. Ketiga wilayah tersebut masuk kategori kualitas udara yang sangat buruk berdasarkan indikator yang ditampilkan aplikasi.

Sedangkan wilayah Sukarami tercatat pada angka 96 dan berada pada kategori sedang.

Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara di sejumlah kawasan Palembang masih perlu mendapat perhatian, terutama di tengah adanya laporan kebakaran lahan.

Masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin pekat serta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts