Herman Deru: FEK Harus Jadi Benteng Budaya dan Perekat Kerukunan 72 Suku di Sumsel

Writer: - Sabtu, 5 September 2026
Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru berharap Forum Emas Khatulistiwa (FEK) Sumatera Selatan mampu menjadi benteng budaya sekaligus memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat di Sumatera Selatan. (Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru berharap Forum Emas Khatulistiwa (FEK) Sumatera Selatan mampu menjadi benteng budaya sekaligus memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat di Sumatera Selatan. Harapan tersebut disampaikannya menyusul berhimpunnya 72 suku yang ada di Sumsel dalam satu wadah organisasi tersebut.

Hal itu disampaikan Herman Deru saat menghadiri Silaturahmi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel bersama Elemen Masyarakat Khatulistiwa sekaligus Pengukuhan Pengurus Forum Emas Khatulistiwa (FEK) Sumatera Selatan Periode 2026–2031 di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Jumat (4/9/2026).

Read More

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menyampaikan ucapan selamat atas terbentuk dan dikukuhkannya kepengurusan FEK Sumsel. Menurutnya, FEK merupakan organisasi yang lahir dari keikhlasan dan niat bersama untuk memperkokoh semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Tentu sebagai pimpinan daerah bersama Wagub dan Forkopimda merasa bertambah organisasi di provinsi ini yang dapat menjadi perpanjangan tangan dalam penyelesaian berbagai problem yang ada di daerah kita,” ujar Herman Deru.

Ia menegaskan, modal terbesar dalam pembangunan daerah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga ketenteraman, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat.

Baca juga: Herman Deru Ingatkan Pemuda Muhammadiyah Jangan Anti Kritik dan Terjebak Post Power Syndrome

“Kalau ketenteraman dan kegotongroyongan itu tidak sejalan, pasti akan keropos dalam pembangunannya,” katanya.

Herman Deru juga mengapresiasi kemauan seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan langkah melalui organisasi FEK. Ia berharap FEK tidak hanya menjadi organisasi yang hadir untuk kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sumatera Selatan.

“Atas upaya ini tentu saya dan Wagub punya tanggung jawab moril dan materiil terhadap jalannya organisasi ini. Jangan sampai organisasi budaya yang kita kukuhkan ini hanya untuk seremonial saja. Dengan keberagaman suku dan budaya, FEK harus dapat berperan membangun daerah Sumsel,” tegasnya.

Baca juga: Herman Deru Minta Petugas Jemput Bola, Sumsel Targetkan Bedah 13.000 Rumah Tidak Layak Huni

Lebih lanjut, Herman Deru menekankan bahwa keberadaan FEK harus mampu menjadi benteng dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan kebudayaan yang dimiliki masing-masing suku. Ia berharap tidak ada budaya daerah yang punah akibat perkembangan zaman.

“Pertahanan budaya, saya tidak ingin masing-masing budaya daerah punah. Kita hormati, kita hidupkan. Mari kita mempertahankan dan mengembangkannya. Syukur-syukur bisa menjadi kekuatan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Herman Deru, kekayaan budaya yang dimiliki Sumsel dapat dikembangkan menjadi potensi ekonomi masyarakat, termasuk melalui pelestarian adat dan budaya dalam berbagai kegiatan kehidupan masyarakat.

Selain pelestarian budaya, Herman Deru juga mendorong FEK untuk memperkuat kepedulian sosial. Kepedulian tersebut diharapkan tidak hanya ditujukan kepada anggota internal organisasi, tetapi juga kepada seluruh elemen masyarakat Sumatera Selatan.

Ia bahkan berharap keberadaan FEK dapat mendorong masyarakat untuk terus menggunakan dan melestarikan adat istiadat dalam berbagai momentum kehidupan.

“Minimal ke depan, setiap suku dan budaya ini kalau ada saudara yang sedang di pelaminan tetap memakai adat dan budayanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum FEK Sumsel Ghofar Pasolong mengatakan para pengurus merasa lega karena setelah menunggu cukup lama, akhirnya Gubernur Sumsel berkesempatan mengukuhkan kepengurusan FEK periode 2026–2031.

Menurutnya, setelah pengukuhan tersebut, jajaran pengurus akan segera menjalankan sejumlah program yang pada intinya menjaga Sumatera Selatan tetap kompak dan zero conflict.

“Setelah pengukuhan ini, kami akan melaksanakan sejumlah program. Intinya adalah bagaimana menjaga Sumsel tetap kompak dan zero conflict,” kata Ghofar.

Dengan bergabungnya 72 suku dalam satu wadah, FEK diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat silaturahmi, menjaga keberagaman, melestarikan budaya, serta mendukung terciptanya suasana Sumatera Selatan yang aman, harmonis, dan kondusif. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts