Bocah SD di OKI Bawa Pisau ke Sekolah, Mengaku Ketakutan Usai Diduga Diancam Orang Tua Teman

Writer: - Sabtu, 5 September 2026
Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Cengal, Kabupaten OKI, disebut membawa pisau ke sekolah setelah mengaku mendapat ancaman dari orang tua teman sekelasnya. Perkara dugaan penganiayaan dan ancaman tersebut masih dalam proses penyelidikan Polres OKI. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Kasus dugaan perundungan dan penganiayaan terhadap seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kembali mencuat.

Perkara yang terjadi pada Februari 2026 itu berawal dari perselisihan antarsiswa. Dalam perkembangannya, seorang siswa SDN 1 Cengal berinisial SM (10), yang masih duduk di kelas IV, diketahui membawa senjata tajam ke sekolah setelah sebelumnya terlibat pertengkaran dengan teman sekelasnya.

Read More

Peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi laporan dugaan penganiayaan dan ancaman yang kini masih dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres OKI.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan keluarga, SM mengaku sempat terlibat pertengkaran dengan teman sekelasnya. Setelah itu, orang tua teman SM disebut datang dan diduga melakukan tindakan kekerasan serta mengancam korban.

Dalam sebuah rekaman video yang dibuat saat SM ditanya oleh wali murid, anak tersebut terlihat menangis dan mengaku mendapat perlakuan kasar serta ancaman.

“Aku berantam dengan dia, tapi bundanya datang nyekik aku. Dia nunjuk aku, ‘kubunuh kau’,” ujar SM dalam rekaman tersebut.

Wali murid kemudian menanyakan alasan SM membawa pisau atau lading ke sekolah.

“Jadi kau pulang ambil lading?” tanya wali murid.

SM kemudian menjawab “iya” sambil menangis.

Peristiwa tersebut selanjutnya dibawa ke proses mediasi. Upaya penyelesaian disebut telah dilakukan di lingkungan sekolah hingga tingkat Kecamatan Cengal.

Namun, orang tua SM kemudian melaporkan dugaan penganiayaan yang dialami anaknya kepada pihak kepolisian.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/168/III/2026/SPKT/Polres OKI/Polda Sumatera Selatan.

Memasuki Juli 2026, Satreskrim Polres OKI disebut masih melakukan penyelidikan terhadap perkara tersebut.

Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, sejumlah saksi di lokasi kejadian, anak saksi, serta meminta keterangan dari korban.

Untuk melengkapi proses penyelidikan, polisi juga disebut menjadwalkan pemeriksaan saksi ahli, melengkapi visum et repertum, serta melakukan evaluasi terhadap kondisi psikologis korban.

Terbaru, UPTD Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) OKI berupaya kembali memediasi perkara tersebut dengan mempertemukan orang tua pelapor dan pihak terlapor berinisial TT pada Jumat (4/9/2026).

Namun, proses mediasi tersebut tidak berjalan karena pihak terlapor disebut tidak hadir.

Kuasa hukum pelapor dari Yayasan Bantuan Hukum (YBH) Sumsel Berkeadilan DPC OKI, Angga Saputra, S.H., M.H., mengatakan pihaknya menyayangkan ketidakhadiran terlapor dalam agenda mediasi.

“Mediasi gagal karena terlapor tidak hadir. Kami juga menyoroti laporan kami di Polres OKI yang dilaporkan Maret lalu, namun sampai sekarang masih dalam tahap penyelidikan. Padahal, saat mediasi di kecamatan, pihak terlapor disebut mengakui kejadian tersebut,” ujar Angga.

Menurut Angga, pihak keluarga khawatir proses hukum terhadap perkara tersebut berlarut-larut tanpa kepastian.

Ia mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum apabila nantinya penyidikan dihentikan.

“Bila dihentikan, bukan tidak mungkin kami akan mengajukan praperadilan,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres OKI Iptu Raka M Dwi Darma yang dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan perkara tersebut hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan.

Sumselupdate.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian maupun pihak terlapor guna mendapatkan informasi yang berimbang mengenai perkara tersebut.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts