30 Hektar Kebun Raya Sriwijaya Terbakar, Gambut Sedalam 1 Meter Bikin Api Sulit Dipadamkan

Writer: - Sabtu, 5 September 2026
Asap tebal menyelimuti kawasan Kebun Raya Sriwijaya di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, setelah kebakaran hutan dan lahan melanda sekitar 30 hektare area gambut. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Kebun Raya Sriwijaya di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Luas lahan yang terdampak kebakaran untuk sementara diperkirakan mencapai sekitar 30 hektar. Kondisi lahan yang didominasi gambut dalam membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

Read More

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan luasan lahan yang terbakar masih dalam pendataan.

“Untuk sementara baru itu, sekitar 30-an hektar yang terbakar,” kata Ferdian.

Menurut Ferdian, persoalan utama dalam penanganan karhutla tersebut bukan hanya luas area yang terbakar, tetapi juga karakteristik lahan gambut yang menjadi lokasi kebakaran.

Lahan gambut memiliki bahan bakaran yang melimpah dan api dapat menjalar hingga ke lapisan bawah permukaan.

Kondisi tersebut membuat bara api sulit terdeteksi dan berpotensi kembali menyala meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan.

“Gambut dalam dan bahan bakaran melimpah. Kalau air masih cukup, namun butuh waktu karena gambut tadi. Harus benar-benar memastikan aman dan tuntas,” ujarnya.

Ferdian menjelaskan, kebakaran di lahan gambut berbeda dengan kebakaran di tanah mineral. Api dapat bertahan dan merambat di bawah permukaan sehingga proses pemadaman tidak cukup hanya dengan mengatasi kobaran api yang terlihat.

Di kawasan Kebun Raya Sriwijaya, kedalaman lapisan gambut yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar satu meter.

Kondisi tersebut juga menjadi salah satu penyebab asap masih dapat muncul meski kobaran api di permukaan sudah ditekan.

“Tanahnya bersifat gambut sehingga susah dipadamkan. Bahkan ke dalam gambut di wilayah tersebut sekitar satu meter, jadi susah menghilangkan asap,” katanya.

Dua Regu Manggala Agni Dikerahkan

Untuk menangani karhutla tersebut, Kementerian Kehutanan mengerahkan dua regu Manggala Agni.

Satu regu berasal dari Daops Banyuasin, Sumatera Selatan, sementara satu regu lainnya didatangkan dari Sarolangun, Jambi.

Petugas melakukan pemadaman sekaligus pendinginan dan pembasahan pada area yang terdampak.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara yang masih berada di dalam lapisan gambut tidak kembali memicu kebakaran.

Ferdian mengatakan penanganan lahan gambut membutuhkan waktu dan kesabaran. Petugas harus memastikan area yang telah dipadamkan benar-benar aman sebelum operasi penanganan dinyatakan selesai.

“Perhitungannya bisa beberapa hari selesainya kalau seluas itu,” ujarnya.

Kebun Raya Sriwijaya merupakan kawasan konservasi yang berada di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.

Kawasan tersebut memiliki luas sekitar 100 hektare dan dikenal sebagai kebun raya lahan basah gambut.

Kebun Raya Sriwijaya memiliki fungsi penting dalam penelitian, rehabilitasi, serta penyelamatan keanekaragaman hayati flora yang berada di ekosistem lahan basah dan hutan gambut.

Selain vegetasi khas rawa dan gambut, kawasan tersebut juga memiliki berbagai koleksi tanaman obat dan tanaman hias.

Sejumlah fasilitas juga tersedia di kawasan Kebun Raya Sriwijaya, di antaranya embung konservasi, rumah pewarna alami untuk kain ecoprint, taman tematik hingga rumah terbalik.

Kebakaran yang melanda sekitar 30 hektare kawasan tersebut menjadi perhatian karena terjadi di kawasan yang memiliki fungsi konservasi dan ekosistem gambut.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts