Hotspot Karhutla Sumsel Melonjak, Cuaca Panas Berpotensi Berlanjut hingga September

Writer: - Sabtu, 29 Agustus 2026
Tangkapan layar pemantauan titik hotspot di wilayah Pangkalan Lampam, OKI, yang dilakukan Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Bupati OKI Muchendi saat patroli udara untuk memantau kondisi karhutla. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan belum menunjukkan tanda-tanda mereda menjelang akhir Agustus 2026. Jumlah titik panas atau hotspot justru melonjak dan mulai berdampak terhadap kualitas udara serta aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sebanyak 13.490 hotspot terdeteksi sepanjang Agustus 2026 hingga Jumat (27/8). Angka tersebut menjadi bagian terbesar dari total 18.402 hotspot yang terpantau di Sumsel sepanjang tahun ini.

Read More

Pada Sabtu (28/8), sebanyak 1.142 hotspot baru kembali terdeteksi di Sumsel. Konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan 441 titik, disusul Banyuasin sebanyak 223 titik dan Musi Banyuasin 163 titik.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan data tersebut berdasarkan pemantauan Sipongi Kementerian Kehutanan pada Jumat pukul 05.00 WIB.

“Tingginya jumlah titik hotspot menjadi perhatian serius karena sebagian wilayah masih mengalami kebakaran hutan dan lahan,” kata Sudirman.

Tangkapan layar pemantauan titik hotspot di wilayah Pangkalan Lampam, OKI, yang dilakukan Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Bupati OKI Muchendi saat patroli udara untuk memantau kondisi karhutla. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Lonjakan hotspot tersebut mulai memberikan dampak nyata. Selain memicu munculnya kabut asap, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas udara, mengurangi jarak pandang, mengganggu aktivitas masyarakat, hingga mengancam objek vital di sejumlah daerah.

Ancaman karhutla bahkan mulai mendekati kawasan operasional industri migas.

Terbaru, kebakaran lahan ditemukan tidak jauh dari sumur produksi Pertamina di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muaraenim, Jumat (28/8).

Lokasi kebakaran berada sekitar 250 meter dari sumur produksi LKT 01 PT Pertamina Field Prabumulih.

Berdasarkan pengecekan aparat, kebakaran terjadi di area kebun karet produktif milik masyarakat dengan luas lahan yang terbakar sekitar 1,8 hektare.

Di tengah tingginya ancaman karhutla, Pemerintah Provinsi Sumsel terus mengintensifkan upaya penanganan dan pencegahan, termasuk melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Bupati OKI memantau langsung pelaksanaan OMC dari Pangkalan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang.

Selain melihat proses penyemaian garam, Herman Deru bersama Bupati OKI juga melakukan patroli udara untuk memantau kondisi karhutla, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Ini tidak bisa dijangkau pakai patroli darat. Karena itu, kita lakukan patroli udara untuk melihat langsung kondisi yang ada,” ujar Herman Deru.

Menurut Herman Deru, operasi modifikasi cuaca telah dilakukan secara intensif sejak Mei 2026. Hingga akhir Agustus, penyemaian garam telah dilakukan sebanyak 53 kali untuk mendorong pertumbuhan awan dan meningkatkan peluang hujan di wilayah yang membutuhkan.

“Ditotal, satu gelombang itu 24 sortie. Sudah 48, sama ini menjadi 53 kali,” jelasnya.

Di tengah ancaman kabut asap, masih terdapat peluang hujan di sejumlah wilayah Sumsel.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan berpotensi terjadi di OKU Selatan, Pagaralam, Muaraenim, Lahat, Empat Lawang, Musi Rawas, dan Musi Banyuasin.

Prakiraan tersebut berlaku Sabtu (29/8) hingga Minggu (30/8/2026) pukul 07.00 WIB.

Sejumlah wilayah bahkan berpotensi mengalami hujan hingga dini hari. Kondisi ini menjadi peluang positif untuk membantu membasahi lahan dan gambut yang kering, sekaligus mendukung upaya penanganan karhutla.

Berikut sebaran wilayah yang berpotensi mengalami hujan:

Hujan dini hari:
Banyuasin, Empat Lawang, Lubuk Linggau, Lahat, Musi Banyuasin, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts