Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas dan keamanan pangan yang disajikan di lingkungan kampus menjadi perhatian serius. Guna mencegah potensi kontaminasi bakteri maupun cemaran fisik pada proses pengolahan makanan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UM-AD) Palembang menggelar edukasi penerapan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) bagi karyawan Dapur Asrama UM-AD Palembang, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Subhan Muhith, SKM., MKM, dengan melibatkan anggota tim Natasya Agis Milanda.
Program ini difokuskan pada peningkatan kesadaran dan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para pekerja dapur di Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang.
Ketua Tim PkM UM-AD Palembang, Subhan Muhith, SKM., MKM menyampaikan bahwa penerapan sistem HACCP merupakan elemen vital dalam menjamin mutu penyediaan makanan yang aman, bergizi, dan bebas dari bahaya biologis maupun fisik.
“Penjamah makanan memegang peranan paling sentral dalam menjaga rantai keamanan pangan. Tanpa kedisiplinan APD dan higiene perorangan, potensi risiko kontaminasi bakteri seperti Staphylococcus aureus maupun cemaran fisik pada makanan asrama dapat meningkat,” ujar Subhan di sela-sela kegiatan.
Berdasarkan hasil pengamatan awal tim PkM di lapangan, dari 10 karyawan dapur yang diamati, sebanyak empat pekerja belum menerapkan penggunaan APD secara lengkap saat proses pemasakan bahan baku. Ketiadaan APD seperti penutup kepala, masker, sarung tangan, apron, dan sepatu boot berpotensi memicu kontaminasi silang dari keringat, rambut, hingga debu.
Dalam pelaksanaannya, Subhan Muhith bersama Natasya Agis Milanda tidak hanya memberikan pemaparan materi teori dasar HACCP, tetapi juga menggelar demonstrasi langsung mengenai tata cara penggunaan APD yang benar dan higienis saat mengolah bahan makanan. Selain itu, para peserta dibekali media edukasi mandiri berupa leaflet panduan HACCP.
Sesi kegiatan diakhiri dengan evaluasi melalui pengisian kuesioner (post-test) guna mengukur tingkat peningkatan pengetahuan dan kepatuhan karyawan dapur.
Melalui program edukasi terpadu ini, manajemen Dapur Asrama UM-AD Palembang diharapkan dapat konsisten menerapkan prinsip higiene sanitasi secara berkelanjutan, sehingga seluruh sajian makanan yang didistribusikan terjamin mutu dan keamanannya.
(**)











