Pagaralam, Sumselupdate.com – Secangkir kopi di Aula Wirasatya 96 Polres Pagaralam, Senin (10/8/2026), menjadi lebih dari sekadar jamuan silaturahmi.
Di tengah suasana santai bersama puluhan awak media, Kapolres Pagaralam AKBP Adam Purbantoro membuka ruang komunikasi, kritik, dan evaluasi sebagai upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Kegiatan bertajuk ‘Ngopi Nge Kance Media Pagaralam’ itu mempertemukan jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Pagaralam dengan insan pers dari berbagai platform tanpa sekat formal yang kaku.
Bagi AKBP Adam Purbantoro, hubungan antara polisi dan media tidak semata-mata berkaitan dengan kebutuhan publikasi. Lebih jauh, keduanya memiliki peran berbeda yang bertemu pada tujuan yang sama: menghadirkan rasa aman sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar.
Ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wartawan yang selama ini mendukung Polri dalam menyampaikan program, pelayanan, serta capaian kepolisian.
“Dengan sinergi yang baik ini, insyaAllah program kerja kepolisian dapat berjalan secara maksimal. Jika polisi bisa memberi rasa aman, maka awak media mendukungnya melalui pemberitaan yang positif dan edukatif,” ujar Adam.
Minta Jajaran Tak Alergi Kritik
Namun, Adam menegaskan bahwa kemitraan tidak boleh dimaknai sebagai hubungan yang hanya berisi pemberitaan manis.
Kritik dan koreksi dari media justru menjadi bagian penting sebagai kontrol sosial untuk pembenahan institusi. Ia meminta jajarannya tidak menempatkan kritik sebagai ancaman. “Jangan alergi dengan kritik,” tegas Adam.
Pesan tersebut dipertegas dengan prinsip yang ia tekankan kepada seluruh personel dalam mengambil keputusan dan menangani persoalan di tengah masyarakat.
“Selesaikan masalah dengan hati, bukan dengan kewenangan,” pesannya kuat. Menurut Adam, meski kewenangan kepolisian sangat besar dalam penegakan hukum, penggunaannya harus tetap disertai pertimbangan kemanusiaan dan komunikasi yang baik.
Fasilitasi Ruang Media Center
Adam berharap agenda ‘Ngopi Nge Kance’ ini bisa berjalan rutin agar komunikasi aktif terus terjaga, bukan hanya saat ada persoalan atau kegiatan tertentu saja.
Untuk memperkuat komitmen tersebut, Polres Pagaralam kini menyediakan ruang media center yang dapat dimanfaatkan wartawan untuk mendukung aktivitas jurnalistik.
Fasilitas itu diharapkan memudahkan wartawan mendapatkan informasi valid mengenai kegiatan kepolisian, pelayanan masyarakat, penegakan hukum, maupun perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Wartawan merupakan corong bagi Polres untuk menyampaikan hasil kerja kepada masyarakat. Kita ingin bersama-sama mewujudkan Kota Pagaralam sebagai kota yang aman dan tertib,” ungkapnya.
Pertemuan pun berkembang menjadi dialog dua arah. Para awak media tampak aktif bertukar gagasan dan menyampaikan berbagai masukan langsung kepada Kapolres dan jajaran PJU.
Pada akhirnya, agenda ini memberikan pesan besar bahwa membangun keamanan tidak cukup hanya dengan kewenangan, melainkan butuh kepercayaan publik. Dan kepercayaan itu dibangun lewat keterbukaan, kesediaan mendengar kritik, serta kemampuan menyelesaikan persoalan dengan hati.
(**)











