Sydney, Sumselupdate.com – Insiden nyaris tabrakan terjadi di landasan pacu Bandara Sydney, Australia, Minggu (9/8/2026) pagi. Pesawat Jetstar Airways tujuan Gold Coast terpaksa melakukan pengereman mendadak untuk menghindari pesawat Boeing 777 milik Qatar Airways yang sedang ditarik.
Dalam insiden tersebut, seorang awak kabin Jetstar dilaporkan mengalami luka dan harus mendapat perawatan dari paramedis ambulans. Sementara itu, seluruh penumpang pesawat Jetstar dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.
Insiden terjadi sekitar pukul 07.00 Waktu Standar Timur Australia (AEST), ketika penerbangan Jetstar JQ402 sedang melaju di landasan pacu untuk melakukan lepas landas menuju Gold Coast.
Saat itu, sebuah Boeing 777 milik Qatar Airways dalam kondisi kosong sedang ditarik melintasi area landasan. Pilot Jetstar kemudian melakukan pengereman kuat setelah pesawat Qatar Airways berada dalam jarak yang sangat dekat.
Juru bicara Jetstar mengatakan pihak maskapai telah memulai penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab insiden tersebut.
“Pesawat kami mengikuti instruksi dari Pengendali Lalu Lintas Udara ketika pilot terpaksa melakukan pengereman kuat setelah pesawat lain berada dalam jarak yang sangat dekat,” ujar juru bicara Jetstar.
Jetstar merupakan maskapai penerbangan yang sepenuhnya dimiliki Qantas.
Insiden nyaris tabrakan tersebut menambah sorotan terhadap layanan pengendalian lalu lintas udara di Australia. Pasalnya, dalam dua hari sebelumnya, lebih dari 250 penerbangan dari Bandara Sydney mengalami penundaan akibat kekurangan staf di Airservices Australia.
Airservices Australia merupakan lembaga yang menyediakan layanan navigasi dan pengendalian lalu lintas udara di sejumlah bandara utama Australia, termasuk Bandara Sydney.
Gangguan layanan tersebut terjadi pada Jumat (7/8) dan Sabtu (8/8), hanya sehari sebelum insiden Jetstar dan Qatar Airways terjadi di landasan pacu Bandara Sydney.
Belum diketahui apakah kekurangan staf Airservices Australia memiliki kaitan langsung dengan insiden nyaris tabrakan tersebut. Penyelidikan dari pihak Jetstar dan otoritas terkait diharapkan dapat mengungkap kronologi serta faktor yang menyebabkan kedua pesawat berada dalam jarak berbahaya.
Pihak berwenang juga akan menjadi sorotan untuk memastikan prosedur keselamatan dan koordinasi pengendalian lalu lintas udara di Bandara Sydney berjalan sesuai standar.
(**)











