Dari Aspirasi Pedagang Menuju Wajah Baru Nendagung, Ludi Oliansyah Siapkan Transformasi Pasar Rakyat Pagaralam

Writer: - Rabu, 5 Agustus 2026
Walikota Pagaralam H. Ludi Oliansyah menegaskan pembongkaran meja beton di Pasar Terminal Nendagung berangkat dari aspirasi pedagang dan menjadi awal transformasi pasar rakyat yang lebih nyaman, aman, dan mampu menggerakkan ekonomi daerah. (Sumselupdate.com/Istimewa)

Pagaralam, Sumselupdate.com – Bagi sebagian orang, meja-meja beton di Pasar Terminal Nendagung hanyalah bangunan yang berdiri di tengah hiruk-pikuk aktivitas perdagangan. Namun bagi banyak pedagang, keberadaannya justru dinilai membatasi ruang usaha dan kenyamanan berjualan.

Dari keluhan yang terus bergulir itulah, Pemerintah Kota Pagaralam mulai menyusun langkah besar untuk mengubah wajah pasar rakyat terbesar di kota itu.
Rabu (5/8/2026), Wali Kota Pagaralam H. Ludi Oliansyah memimpin langsung Rapat Teknis Pembongkaran Meja Beton di Ruang Rapat Besemah Tige, Kantor Wali Kota Pagar Alam.

Read More

Rapat tersebut bukan sekadar membahas pembongkaran fisik, melainkan merancang masa depan Pasar Terminal Nendagung sebagai pusat perdagangan yang lebih tertata, nyaman, dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Di hadapan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Walikota menegaskan bahwa penataan pasar merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota. Ia tidak ingin pembongkaran dipahami sebagai tindakan sepihak, tetapi sebagai jawaban atas aspirasi yang selama ini disampaikan para pedagang.

“Penataan ini bukan untuk merugikan siapapun, melainkan demi kebaikan bersama. Kita ingin Pasar Terminal Nendagung menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang rapi, bersih, dan representatif,” ujar Wali Kota Pagaralam H. Ludi Oliansyah.

Baca juga: Warga Dempo Selatan Segera Nikmati Air Bersih, Pemkot Pagaralam Siapkan Proyek Rp1 Miliar

Pernyataan itu menjadi penegas bahwa pemerintah ingin mengubah paradigma penataan pasar. Fokusnya bukan sekadar membongkar bangunan, tetapi menciptakan ruang usaha yang lebih manusiawi sehingga aktivitas jual beli berlangsung lebih nyaman dan tertib.

Karena itu, Ludi Oliansyah meminta setiap kebijakan didasarkan pada kajian yang matang. Ia menginstruksikan OPD terkait untuk menggandeng perguruan tinggi di Kota Pagaralam agar memberikan kajian akademik sebelum proses pembongkaran dilakukan.

Menurutnya, penataan yang baik harus lahir dari perpaduan antara kebutuhan masyarakat, pertimbangan teknis, dan analisis ilmiah.

Tidak hanya itu, Wali Kota juga menekankan pentingnya komunikasi dengan para pedagang. Sosialisasi dan pendekatan persuasif harus menjadi langkah awal agar seluruh proses berjalan tanpa menimbulkan kesalahpahaman maupun gejolak di lapangan.

Baca juga: Pemkot Pagaralam Buka Sayembara Logo HUT ke-25, Generasi Muda Diajak Tunjukkan Kreativitas

Transformasi Pasar Terminal Nendagung juga tidak berhenti pada penataan ruang. Pemerintah telah menyiapkan penguatan sistem keamanan melalui pembangunan sejumlah pos pengamanan agar pedagang dan pembeli merasa lebih aman saat beraktivitas.

Di sisi lain, upaya meningkatkan kesejahteraan pedagang akan diperkuat melalui kerja sama dengan Bank Sumsel Babel. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka akses layanan keuangan dan mendorong pertumbuhan usaha mikro yang menjadi tulang punggung ekonomi pasar tradisional.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Pasar Terminal Nendagung tidak hanya berubah secara fisik. Pasar ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat di Kota Pagar Alam, tempat di mana penataan ruang, keamanan, dan pemberdayaan pedagang berjalan beriringan.

Dari sebuah aspirasi sederhana para pedagang, pemerintah kini berupaya menghadirkan wajah baru pasar yang lebih modern tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai pusat ekonomi kerakyatan. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts