Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Daftar Negara yang Bisa Menyaksikan, Indonesia?

Writer: - Rabu, 5 Agustus 2026
Menyaksikan Gerhana Matahari Total (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Jakarta, Sumselupdate.com –  Gerhana Matahari Total akan menjadi salah satu fenomena astronomi paling dinantikan pada 12 Agustus 2026. Peristiwa langka ini terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi sehingga menutupi seluruh piringan Matahari bagi pengamat yang berada di jalur totalitas.

Fenomena tersebut diprediksi menarik perhatian jutaan orang di berbagai belahan dunia. Namun, hanya sebagian kecil wilayah yang berkesempatan menyaksikan Gerhana Matahari Total secara langsung.

Read More

Sementara itu, sejumlah negara lainnya hanya akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian, dan Indonesia dipastikan tidak termasuk dalam area yang dapat mengamatinya.

Negara yang Bisa Melihat Gerhana Matahari Total

Berdasarkan data Time and Date, jalur totalitas Gerhana Matahari 12 Agustus 2026 hanya melintasi lima negara di belahan Bumi utara, yakni:

  • Greenland
  • Islandia
  • Portugal
  • Rusia
  • Spanyol

Masyarakat yang berada tepat di jalur totalitas akan menyaksikan Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan. Durasi totalitas terlama diperkirakan mencapai sekitar 2 menit 18 detik, meski waktu pengamatan berbeda di setiap lokasi.

Saat fase totalitas berlangsung, langit akan berubah gelap seperti senja pada siang hari. Pengamat juga berkesempatan melihat korona Matahari, lapisan atmosfer terluar Matahari yang biasanya tidak terlihat karena tertutup cahaya terang.

Puluhan Negara Hanya Melihat Gerhana Matahari Sebagian

Di luar jalur totalitas, puluhan negara masih dapat menikmati Gerhana Matahari Sebagian dengan tingkat penutupan Matahari yang berbeda-beda.

Negara-negara tersebut meliputi:

Albania, Aljazair, Andorra, Austria, Belarus, Belgia, Bermuda, Bosnia dan Herzegovina, Brasil, Bulgaria, Burkina Faso, Cabo Verde, Kanada, Pantai Gading, Kroasia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Kepulauan Faroe, Finlandia, Prancis, Gambia, Jerman, Ghana, Gibraltar, Yunani, Guernsey, Guinea, Guinea-Bissau, Hungaria, Irlandia, Pulau Man, Italia, Jersey, Kosovo, Latvia, Liberia, Libya, Liechtenstein, Lituania, Luksemburg, Mali, Malta, Mauritania, Moldova, Monako, Montenegro, Maroko, Belanda, Niger, Makedonia Utara, Norwegia, Polandia, Rumania, Saint Pierre dan Miquelon, San Marino, Senegal, Serbia, Sierra Leone, Slovakia, Slovenia, Svalbard dan Jan Mayen, Swedia, Swiss, Tunisia, Ukraina, Britania Raya, Amerika Serikat, Vatikan, Sahara Barat, serta Kepulauan Åland.

Secara umum, Gerhana Matahari Sebagian akan terlihat di sebagian besar wilayah Eropa, Afrika barat laut, Amerika Utara bagian utara, Samudra Atlantik, Samudra Arktik, hingga sebagian kawasan Asia utara.

Apakah Gerhana Matahari 12 Agustus 2026 Bisa Dilihat dari Indonesia?

Jawabannya adalah tidak.

Indonesia tidak berada dalam jalur Gerhana Matahari Total maupun Gerhana Matahari Sebagian pada 12 Agustus 2026. Hal ini disebabkan lintasan bayangan Bulan berada jauh di belahan Bumi utara sehingga seluruh wilayah Indonesia berada di luar area pengamatan.

Meski demikian, masyarakat Indonesia tetap dapat mengikuti momen astronomi tersebut melalui siaran langsung yang biasanya diselenggarakan oleh observatorium, lembaga astronomi, maupun komunitas astronomi internasional melalui internet.

Tips Aman Menyaksikan Gerhana Matahari

Bagi masyarakat yang berada di wilayah yang dilintasi gerhana, keselamatan mata harus menjadi prioritas. Berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan:

  • Jangan melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung khusus.
  • Gunakan kacamata gerhana yang memenuhi standar keamanan internasional.
  • Hindari penggunaan kacamata hitam biasa, film rontgen, kaca berasap, atau alat seadanya karena tidak mampu menyaring radiasi Matahari.
  • Jika menggunakan teleskop, kamera, atau teropong, pastikan telah dipasang filter Matahari khusus.

Mengamati Gerhana Matahari tanpa perlindungan yang tepat dapat menyebabkan kerusakan retina yang bersifat permanen.

Fenomena Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 diperkirakan menjadi salah satu peristiwa astronomi terbesar tahun ini. Walaupun Indonesia tidak dapat menyaksikannya secara langsung, masyarakat tetap bisa menikmati momen langka tersebut melalui siaran daring dari berbagai observatorium di dunia.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts