Beirut, Sumselupdate.com – Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam keras serangan Israel yang mengguncang wilayah Lebanon selatan pada Jumat (1/8/2026).
Menurutnya, serangan tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan besar, tetapi juga mengancam implementasi perjanjian kerangka kerja gencatan senjata serta berpotensi menggagalkan upaya diplomatik yang sedang berlangsung.
Dalam pernyataan resminya, Aoun menyoroti waktu pelaksanaan serangan yang terjadi menjelang pertemuan di Roma. Pertemuan itu dijadwalkan membahas kelanjutan implementasi kerangka kerja trilateral terkait stabilitas di kawasan.
“Momen terjadinya serangan-serangan ini, menjelang sesi yang dijadwalkan di Roma untuk melanjutkan pembahasan implementasi kerangka kerja trilateral, mengirimkan pesan negatif dan merusak upaya internasional yang bertujuan memperkuat stabilitas,” ujar Aoun.
Serangan Israel pada Jumat dini hari waktu setempat memicu ledakan besar di sekitar Kastel Beaufort, Lebanon selatan. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, sementara gelombang kejutnya dirasakan di sebagian besar wilayah Lebanon selatan, menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).
Aoun mengutuk berlanjutnya serangan Israel yang menyasar infrastruktur sipil dan situs budaya, termasuk Kastel Beaufort yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.
Menurutnya, serangan itu telah menyebabkan kerusakan luas, membahayakan keselamatan warga sipil, serta mengancam keamanan desa-desa di kawasan Lebanon selatan.
Presiden Lebanon juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data Pusat Geofisika Nasional Lebanon, ledakan dahsyat di sekitar kastel tersebut memicu gelombang seismik yang setara dengan gempa bumi bermagnitudo 3,8.
Ia menilai insiden tersebut merupakan bentuk eskalasi yang sangat berbahaya sekaligus pelanggaran nyata terhadap komitmen yang telah disepakati sebelumnya.
Aoun menegaskan, tindakan tersebut berpotensi mengganggu implementasi perjanjian kerangka kerja yang selama ini menjadi dasar berbagai upaya menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan.
(**)











