Korban Gempa Jepang Bertambah, Ledakan di AEON Mall Kumamoto Tewaskan Tiga Orang

Writer: - Kamis, 30 Juli 2026
Foto yang diabadikan pada 29 Juli 2026 ini menunjukkan AEON Mall Kumamoto, sebuah kompleks perbelanjaan besar, yang dalam kondisi rusak di Kota Kashima, Prefektur Kumamoto, Jepang. (Xinhua/Jia Haocheng)

Tokyo, Sumselupdate.com – Korban bencana gempa bumi bermagnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, kembali bertambah.

Tiga orang dipastikan tewas setelah terjadi ledakan di kompleks perbelanjaan AEON Mall Kumamoto pada Rabu (29/7), sementara sejumlah korban lainnya masih dilaporkan terjebak.

Read More

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan informasi tersebut saat memimpin rapat markas besar tanggap darurat bencana pemerintah.

Menurut Takaichi, operasi penyelamatan masih terus berlangsung di AEON Mall Kumamoto yang berada di Kota Kashima karena diperkirakan masih banyak orang berada di dalam bangunan saat ledakan terjadi.

“Kami terus mengerahkan seluruh kemampuan untuk menyelamatkan para korban yang masih terjebak,” kata Takaichi.

Selain insiden di pusat perbelanjaan, pemerintah Jepang juga melaporkan adanya korban hilang akibat runtuhnya cerobong asap di pabrik Nippon Paper di Kota Yatsushiro. Tim penyelamat hingga kini masih melakukan pencarian secara intensif di lokasi tersebut.

Lebih dari 20 jam sejak gempa mengguncang wilayah Kumamoto, masih terdapat sejumlah warga yang belum berhasil dievakuasi.

Pemerintah Jepang juga terus memperluas upaya penanganan darurat. Sekitar 450 pusat evakuasi telah dibuka untuk menampung warga terdampak, dengan sekitar 7.700 orang saat ini mengungsi.

Takaichi mengingatkan bahwa suhu udara yang tinggi diperkirakan masih akan berlangsung sehingga masa pengungsian kemungkinan berlangsung cukup lama.

Untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan bencana, Pasukan Bela Diri Jepang (Self-Defense Forces/SDF) telah meningkatkan jumlah personel menjadi sekitar 4.600 prajurit. Sementara itu, sekitar 2.000 personel kepolisian juga diterjunkan untuk membantu operasi penyelamatan dan pengamanan.

Sebelumnya pada Rabu pagi, pemerintah Jepang mengonfirmasi sedikitnya 13 orang meninggal dunia akibat gempa bermagnitudo 7,1 yang mengguncang Kumamoto pada Selasa (28/7) pukul 16.27 waktu setempat.

Sekretaris Kabinet Utama Jepang Minoru Kihara dalam konferensi pers menjelaskan bahwa selain korban meninggal, pemerintah juga menerima laporan tujuh orang mengalami luka berat dan 29 orang lainnya menderita luka ringan. Beberapa kematian lainnya masih dalam proses penyelidikan untuk memastikan keterkaitannya dengan dampak gempa.

Hingga kini, tim penyelamat masih berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi korban yang diyakini masih terjebak di sejumlah lokasi terdampak, termasuk pusat perbelanjaan dan kawasan industri di Prefektur Kumamoto.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts