Waspada! Australia Laporkan 7 Kasus Suspek Baru Flu Burung H5N1 yang Mematikan

Writer: - Selasa, 28 Juli 2026
Produk daging terlihat di sebuah supermarket di Canberra, Australia, pada 5 Mei 2026. (Xinhua/Zhang Na)

Canberra, Sumselupdate.com – Otoritas Negara Bagian Australia Selatan melaporkan tujuh kasus suspek baru virus flu burung galur H5N1 pada burung liar. Temuan tersebut mendorong peningkatan pengawasan di sejumlah wilayah guna mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus yang lebih luas.

Menteri Industri Primer dan Pembangunan Regional Australia Selatan, Clare Scriven, mengatakan ketujuh kasus suspek itu ditemukan pada burung dara laut besar di kawasan Limestone Coast, Australia Selatan bagian tenggara.

Read More

Menurut Scriven, lima dari tujuh kasus tersebut ditemukan di kota yang sama dalam rentang waktu dua hari. Seluruh sampel awal telah diperiksa oleh otoritas setempat sebelum dikirim ke Australian Centre for Disease Preparedness untuk menjalani uji konfirmasi.

Hasil pengujian tersebut akan menentukan apakah telah terjadi penularan lokal virus H5N1 di wilayah tersebut.

Apabila seluruh kasus terkonfirmasi positif, jumlah kasus flu burung H5N1 di Australia akan meningkat menjadi 27. Galur virus yang sangat patogenik itu pertama kali terdeteksi di daratan utama Australia pada pertengahan Juni lalu.

Kepala Dinas Veteriner Australia Selatan, Skye Fruean, mengatakan pihaknya akan memperluas pengawasan di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi habitat spesies burung laut berisiko tinggi membawa virus H5N1, termasuk burung dara laut.

“Kami akan meningkatkan pemantauan di area-area yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan spesies berisiko tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia, Julie Collins, menegaskan hingga kini belum ditemukan kejadian kematian massal akibat virus H5N1 di Australia.

Ia juga menyebut belum ada bukti penyebaran virus tersebut pada unggas maupun sistem peternakan di negara itu.

Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan virus tidak menyebar ke sektor peternakan.

Collins menambahkan, berdasarkan penilaian otoritas kesehatan, risiko penularan virus H5N1 terhadap manusia saat ini masih tergolong rendah. Pemerintah Australia terus mengimbau masyarakat untuk melaporkan temuan burung liar yang sakit atau mati sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyebaran virus.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts