Kasus Ebola di RD Kongo Tembus 3.000, Lebih dari 1.350 Orang Meninggal

Writer: - Senin, 27 Juli 2026
Seorang tenaga medis mendisinfeksi sarung tangan pelindung di sebuah pusat perawatan Ebola di Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik (RD) Kongo, pada 6 Juli 2026. (Xinhua)

Kinshasa, Sumselupdate.com – Wabah Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo terus memburuk. Hingga Sabtu (25/7/2026), jumlah kasus terkonfirmasi telah menembus 3.000 kasus dengan lebih dari 1.350 kematian.

Berdasarkan data resmi otoritas kesehatan RD Kongo, total kasus Ebola yang tercatat mencapai 3.075 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.354 pasien meninggal dunia, 556 orang dinyatakan sembuh, sementara 755 pasien lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi.

Read More

Wabah Ebola tersebut telah menyebar ke lima provinsi, yakni Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, Haut-Uele, dan Tshopo.

Perdana Menteri RD Kongo Judith Suminwa Tuluka mengatakan pemerintah bersama para peneliti tengah mempercepat pengembangan pengobatan serta vaksin untuk melawan virus Ebola Bundibugyo (Bundibugyo ebolavirus), yang menjadi penyebab wabah saat ini.

Dalam keterangannya pada Jumat (24/7), Judith berharap vaksin dan pengobatan tersebut dapat tersedia dalam dua hingga empat bulan ke depan.

Pemerintah RD Kongo juga telah mengalokasikan pendanaan untuk mendukung penelitian, meski belum merinci sejauh mana perkembangan riset maupun tahapan persetujuan yang akan ditempuh.

Hingga saat ini, belum ada vaksin maupun terapi yang memperoleh izin penggunaan khusus untuk virus Ebola Bundibugyo. Meski demikian, sejumlah kandidat vaksin dan terapi eksperimental masih menjalani proses evaluasi dalam uji klinis.

Sementara itu, Universitas Oxford mengumumkan bahwa relawan pertama telah menerima suntikan vaksin dalam uji klinis pertama pada manusia untuk kandidat vaksin ChAdOx1 BDBV. Vaksin tersebut dikembangkan khusus untuk memberikan perlindungan terhadap virus Ebola Bundibugyo.

Pengembangan vaksin ini diharapkan menjadi langkah penting dalam upaya mengendalikan wabah yang terus menelan korban jiwa di RD Kongo.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts