DPRD Sumsel Tampung Aspirasi Warga Muba, dari Jalan Rusak hingga Swasembada Pangan

Writer: - Selasa, 14 Juli 2026
Reses anggota DPRD Sumsel di Desa Sialang Agung, Kecamatan Plakat Tinggi, menjadi wadah bagi masyarakat menyampaikan usulan pembangunan. Sejumlah aspirasi yang mengemuka antara lain perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan jembatan, pelayanan PDAM, dan keandalan pasokan listrik. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Musi Banyuasin, Sumselupdate.com – Infrastruktur dasar, layanan kelistrikan, air bersih, pendidikan, hingga penguatan sektor pertanian menjadi aspirasi utama masyarakat dalam Reses Masa Sidang VI DPRD Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) IX Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Kegiatan reses yang berlangsung pada 3–11 Juli 2026 itu diikuti anggota DPRD Sumsel Alwis Gani (Fraksi Partai Gerindra), Abusari, SH, MSi (Fraksi Partai NasDem), Dr. Tamrin, MSi (Fraksi Partai Golkar), Susy Imelda Frederika (Fraksi PDI Perjuangan), M. Hasan Haikal (Fraksi Partai Kebangkitan Nusantara), dan Andi Rizkiyansyah, SIP (Fraksi Partai Golkar).

Read More

Salah satu titik reses digelar di Desa Sialang Agung, Kecamatan Plakat Tinggi. Kegiatan dihadiri Kepala Desa Sialang Agung Kurniadi, SKM, Babinsa, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Dalam penyampaiannya, Kepala Desa Sialang Agung mengungkapkan sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat. Di antaranya, pasokan listrik dari PLN yang masih sering mengalami pemadaman, belum tersedianya jaringan PDAM, serta belum tersalurkannya gaji perangkat desa.

Ia juga menjelaskan bahwa Desa Sialang Agung yang terdiri dari tiga dusun telah melaksanakan dua program nasional, yakni Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan IX berdialog dengan warga Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, saat pelaksanaan Reses Masa Persidangan VI Tahun Anggaran 2026 untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Pada sesi dialog, Ngadikmin mengusulkan perbaikan jalan dari kawasan C1 hingga C5, termasuk jalan lingkungan di Desa Sialang Agung yang kondisinya mulai mengalami kerusakan.

Sementara Sugiyanto mengusulkan pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Air Putih Ulu dengan Desa Tanjung Kepuh sebagai akses transportasi masyarakat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, anggota DPRD Sumsel menyatakan seluruh usulan akan diterima dan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah sesuai kewenangan masing-masing.

Pada agenda reses lainnya, anggota DPRD Sumsel juga menyerap aspirasi masyarakat Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Beruge itu dihadiri Kepala Desa Beruge Iskandar, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, PKK, Karang Taruna, P2UKD Kecamatan Babat Toman, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Beruge menyampaikan perlunya pemeliharaan Balai Desa yang menjadi pusat berbagai aktivitas masyarakat. Selain itu, pemerintah desa juga mengusulkan pembukaan lahan persawahan baru guna mendukung program swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Kepala SD Negeri Beruge, Nunung Susri, meminta bantuan rehabilitasi gedung sekolah beserta pembangunan musala sebagai fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.

Herman mengusulkan percepatan program cetak sawah di kawasan seberang Desa Beruge agar lahan potensial dapat dimanfaatkan secara produktif.

Sementara Fery meminta pemerintah mempercepat perbaikan jalan nasional ruas Sekayu–Rawas yang selama ini menjadi keluhan masyarakat karena mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Di bidang lingkungan, Seli Marlina mengusulkan penyediaan tempat pembuangan sampah serta mengajak masyarakat menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai demi menjaga kebersihan lingkungan.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, anggota DPRD Sumsel Dr. Tamrin menyatakan seluruh aspirasi masyarakat akan diperjuangkan sesuai kewenangan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Menurutnya, program cetak sawah akan diupayakan masuk dalam penganggaran tahun depan sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian di Kabupaten Musi Banyuasin.

Sedangkan perbaikan ruas jalan nasional Sekayu–Rawas menjadi kewenangan pemerintah pusat. Meski demikian, usulan perbaikannya telah disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada pemerintah pusat agar dapat direalisasikan.

DPRD Sumsel juga mengimbau masyarakat yang memiliki lahan terlantar selama lebih dari lima tahun agar memanfaatkan program rehabilitasi lahan melalui pendampingan penyuluh pertanian.

Adapun persoalan pengelolaan sampah di Desa Beruge akan diteruskan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Banyuasin agar mendapat tindak lanjut.

Melalui kegiatan reses tersebut, DPRD Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat sebagai bahan penyusunan program pembangunan di Kabupaten Musi Banyuasin maupun Provinsi Sumatera Selatan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts